Ledakan di Tanah Abang
Sudah Tinggal 10 Tahun, Warga Kenal Baik Para Korban Terduga Teroris
Teroris yang menjadi korban dalam ledakan di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta, sudah menetap selama 10 tahun.
Warta Kota, Tanah Abang -- Korban ledakan yang terjadi di lapangan Kayumati di Gang Ikan Asin, Jalan Jatibunder RT 16/09 Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (8/4) siang, dikenal baik oleh warga sekitar.
Bahkan, salah seorang dari korban turut diduga sebagai bagian dari jaringan teroris itu sudah bermukim selama sepuluh tahun.
Hal tersebut seperti halnya yang diungkapkan oleh Ketua RT 16/09 Kebon Kacang, Daryoto. Dirinya mengakui kalau seluruh korban yakni Bogel (40), Feri (30), Asep alias Rukam (50) dan Suroso alias Suro (50) dikenal baik warga.
Pasalnya, walau sebagai pendatang, seluruhnya sangat sopan dan akrab dengan warga. Bahkan, diungkapkannya, Feri diketahui sudah menetap dan mengembangkan usaha bengkel sepeda motor pada sebuah rumah kontrakan selama lebih dari sepuluh tahun.
"Semuanya memang warga binaan saya, nggak kelihatan aneh-aneh kayak teroris yang biasanya kita lihat di TV, penampilannya biasa aja semuanya. Makanya saya juga kaget waktu ada pimpinan polisi dateng terus minta saya jadi saksi penggeledahan rumah mereka," ungkapnya.
Tidak hanya itu, dirinya mengaku terkejut lantaran keempat warganya tersebut diduga sebagai bagian dari jaringan teroris. Karena, menurut pengamatannya selama ini, keempatnya hidup dan bersosialisasi layaknya warga biasa.
"Tapi memang dari kejadian ini kita jadi curiga karena semuanya nggak punya istri atau anak yang ikut tinggal di sini. Semuanya bilang kalau anak-istrinya di kampung semuanya," katanya.
Sementara itu, Zaenal (45) warga setempat lainnya mengaku kenal akrab dengan keempat orang korban terluka tersebut. Disebutkannya, Bogor diketahui bekerja sebagai tukang parkir di Blok A Pasar Tanah Abang, Suram bekerja sebagai kuli bangunan, Asep pedagang gorengan di kontrakan RT 16/09 Kebon Kacang dan Feri pemilik bengkel sepeda motor dan las tidak jauh sari lokasi kejadian.
"Semuanya memang pendatang, tapi memang kita kenal cuma begitu aja, nggak tahu kalau mereka itu asalnya dari mana, atau kerjanya apa. Tapi kelihatannya baik-baik semua kok, warga juga akrab sama mereka," jelasnya singkat.
Pantauan Warta Kota, pasca terjadinya ledakan, lapangan yang biasanya kerap dijadikan area bermain anak-anak kini ditutup seng dan garis polisi. Pihak Kepolisian baik dari Reskrim maupun Puslabfor Mabes Polri terlihat masih berlaku lalang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan sampel ledakan.