Temuan Mayat
Surat Wasiat Tulisan Tangan Akseyna Diragukan
Saya sangat gak yakin Ace bunuh diri. Soalnya dia aktif di keagaaman dan agamis banget, kata Rosdiana.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Rosdiana (18), teman serumah kos Akseyna Ahad Dori (18), di Wisma Widya, Kukusan, Beji, Depok, meragukan surat wasiat yang ditemukan adalah asli tulisan Akseyna.
Seperti diketahui Akseyna adalah mahasiswa jurusan Biologi Fakultas Matematika dan IPA Universitas Indonesia (UI) yang ditemukan tewas di Danau kenanga UI.
Apalagi, kata Rosdiana, surat itu dijadikan dasar polisi bahwa Akseyna--yang akrab disapa Ace--diduga kuat bunuh diri.
"Sebab, bisa saja itu bukan tulisan tangan Ace. Soalnya surat itu bukan didapat polisi langsung dari kamar Ace, tetapi dari teman Ace yang diberikan ke orangtuanya," kata Rosdiana saat ditemui Warta Kota di rumah kos Wisma Widya di Kukusan, Beji, Depok, Selasa (7/4/2015).
Menurut Rosdiana, setelah surat ada di tangan orangtua Ace, barulah surat itu diberikan ke polisi.
"Jadi ya pantas diragukan juga," kata mahasiswi semester II Ilmu Keperawatan UI yang juga menyewa kamar kos di rumah kos di Wisma Widya.
Baca Juga: Teman Kos Tak Yakin Akseyna Bunuh Diri
Karenanya Rosdiana berharap polisi dapat segera membuktikan secara pasti dan ilmiah apakah surat itu tulisan tangan Ace atau bukan.
"Polisi harus bisa buktikan surat itu dengan pasti," ujarnya.

Seperti diketahui misteri tewasnya Akseyna yang jenasahnya ditemukan mengambang di Danau Kenanga UI, Kamis (26/4) lalu sampai kini masih menjadi misteri.
Apakah Akseyna tewas dibunuh atau bunuh diri polisi belum dapat menyimpulkannya.
Saat ditemukan di Danau Kenanga UI, jasad Akseyna masih mengenakan tas ransel berisi 5 batu konblok, 6 batu kali dan satu batu ventilasi merah atau loster.
Adanya batu di dalam tas ransel membuat dugaan Akseyna dibunuh mencuat.
Namun seiring penyelidikan polisi, setelah jasad berhasil diindentifikasi dan dikenali keluarga, dari kamar kos Akseyna polisi menemukan surat tulisan tangan, yang berisi agar ia tidak usah dicari karena tak akan kembali.
Baca Juga: Sekitar 1,5 Jam, Puslabfor Mengacak-acak Kamar Akseyna
Temuan surat ini membuat dugaan korban bunuh diri muncul.
Keseharian Akseyna yang selama tinggal di rumah kosnya di Wisma Widya, Kukusan, Beji, Depok, cukup agamis dan aktif di kegiatan masjid, membuat sejumlah penghuni kos lain sangat tak yakin dan tak percaya jika Ace sampai bunuh diri.
"Saya sangat nggak yakin Ace bunuh diri. Soalnya dia aktif di keagaaman dan agamis banget," kata Rosdiana.
Menurut Rosdiana tidak ada yang aneh dari perilaku Ace, di saat-saat terakhir ia masih terlihat di rumah kosnya.
"Dia memang orangnya pendiam, tapi tidak tertutup. Kalau diajak bicara dia ramah kok, dan bisa terbuka juga," kata Rosdiana.
Karenanya, Rosdiana berharap polisi melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan apakah Ace tewas bunuh diri atau dibunuh.
"Supaya polisi lebih detail lagi aja menyelidiki kasusnya. Soalnya jangan hanya berdasar sama surat saja. Apalagi surat itu bukan ditemukan polisi di kamar Ace, tetapi dapat dari teman Ace," ujar Rosdiana.
Baca Juga: Mahasiswa Biologi UI Dipastikan Bunuh Diri di Danau
Hal senada dikatakan Juwita, mahasiswi Ilmu Budaya yang juga tinggal di rumah kos Wisma Widya, Selasa (7/4). Juwita mengaku tidak percaya jika Ace melakukan bunuh diri.
"Dia anak pecinta alam dan aktif di masjid. Memang Ace pendiam, tapi saya kurang yakin kalau dia bunuh diri," tutur Juwita.
Menurut Juwita, yang merupakan mahasiswi asal Karawang itu, Ace memang lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar jika di rumah kos.
"Kalau keluar paling kuliah atau salat jamaah di masjid," katanya.
Ia menuturkan karena sikap pendiamnya, Ace cukup jarang bertegur sapa dengannya. (bum)