Satu Tahun Bima Arya, Pengamat: Hanya Kejar Popularitas

Pengamat perkotaan dari IPB Sofyan Saf mengatakan, kebijakan Wali Kota Bogor Bima Arya hanya sebatas mengejar popularitas.

Satu Tahun Bima Arya, Pengamat: Hanya Kejar Popularitas
Tribunnews.com
Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Bogor 

BOGOR, WARTAKOTALIVE— Satu tahun pemerintahan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dan Wakilnya, Usmar Hariman di mata pengamat perkotaan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Sofyan Saf masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah.

Menurutnya, selama satu tahun, kebijakan Bima Arya hanya sebatas mengejar popularitas. Sofyan mengatakan, lima agenda prioritas yang diusung Wali Kota seperti pembenahan tata ruang, penataan angkot, kemacetan, kebersihan lingkungan dan reformasi birokrasi belum terlaksana dengan baik.

Dua poin penting, kata Sofyan, seperti pembenahan kemacetan dan angkot hingga kini masih belum digarap secara maksimal. Terlebih, kata dia, Bima Arya hanya melakukan program-program yang sifatnya sesaat namun tidak berkesinambungan.

"Saya melihat hanya mengejar popularitas. Bukan sesuatu yang kemudian yang lebih substansi yah. Statament yang disampaikan terkait persoalan di Kota Bogor selalu menarik, tapi setelah itu meredup dan tidak ada folow up nya," ujarnya saat dihubungi Wartakota.

Dia mencontohkan, adalah ketika Bima Arya melaksankan program satu hari tanpa kendaraan bagi PNS dan juga pemunduran pagar istana.

"Ya itu kan rangkaian untuk popularitas dia di mata publik Indonnesia, publik Jawa Barat. Sementara dia kan diisukan menjadi gubernur dan menteri. Kebijakan yang populis yang kemudian dilakukan. Semisal pemangkasan hotel Amarossa yang dikatakan mengalahkan ketinggian Tugu Kujang dan juga kemacetan yang sekarang belum ada penyelesaiannya," ujarnya.

Sofyan menjelaskan, di sisi lain memang untuk memformat Kota Bogor, kebijakan yang dilakukan adalah kebijakan yang bagus jika dilaksanakan. Namun sejauh ini, Bima dianggap hanya bisa mempercantik tampilan saja. Dengan banyaknya taman yang dibangun dan juga memfungsikan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Stasiun Bogor yang selama ini tidak dipergunakan.

"Ya kalau untuk mempercantik kota, kita acungi jempol lah. Banyak taman-taman meski belum selesai semua, itu sedikit mempercantik tampilan Kota Bogor," katanya.

Sofyan juga memperhatikan permasalahan GKI Yasmin yang hingga kini belum selesai. Menurutnya, saat ini karena tidak ada konflik yang mencuat di permukaan, hal itu dianggap sudah selesai. Namun ia sendiri permasalahan GKI Yasmin hingga kini belum ada penyelesaian.

Seperti diketahui, Bima Arya Sugiarto dilantik sebagai Wali Kota Bogor pada tanggal 7 April 2014. Dia bersama pasangannya Usmar Hariman menang dalam Pilkada Kota Bogor yang mengalahkan pasangan Achmad Ruyat dan Aim Halim Hermana.

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved