Razia PKL

PKL Tanahabang Merebak Lagi Usai Dirazia

Kalau pedagang (PKL-red) rata-rata sudah tahu pola razianya semua, pas pagi sama sore aja, nah makanya nggak heran kalau pada balik lagi sekarang

PKL Tanahabang Merebak Lagi Usai Dirazia
Warta Kota/dwi rizki

WARTA KOTA, TANAHABANG - Langkah pencegahan terkait menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat nyatanya belum berjalan optimal. Pasalnya, usai dirazia ratusan petugas Satpol PP Jakarta Pusat, Selasa (7/4) para PKL mulai menduduki area publik kembali.

Hal tersebut seperti halnya yang terlihat pada Jalan Fachrudin, tepatnya sisi barat flyover Tanah Abang. Ketika dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh petugas Satpol PP secara melingkar pada sekira pukul 08.00 WIB, lokasi yang biasanya ditempati para pedagang batu akik itu terlihat kosong.

Namun, tidak sampai berselang satu jam, pemandangan semrawut penuh dengan lapak liar pedagang batu akik kembali terlihat. Tidak hanya itu, barusan parkir liar sepeda motor milik pedagang maupun pengunjung terlihat memenuhi sisi Jalan Fachrudin menuju Petamburan, Jakarta Barat.

Kondisi serupa pun terlihat pada Jalan Jatibaru, tepatnya depan Stasiun Tanah Abang. Usai ditinggalkan petugas maupun kendaraan operasional Satpol PP, belasan pedagang buah, adonan dan makanan terlihat keluar dari Jalan Jatibaru III kembali turun ke jalan.

Sanusi (26) pedagang pakaian di sekitar lokasi mengatakan, setelah mengetahui lokasi bebas petugas Satpol PP, para PKL yang semula bersembunyi di dalam gang Jalan Jatibaru memberanikan diri untuk kembali berjualan di pinggir jalan.

Sebab, menurut beberapa PKL yang juga merupakan sahabatnya, giat hanya akan dilakukan pada pagi dan sore hari. Sementara, para PKL dapat berjualan dengan leluasa kembali pada rentang waktu tersebut.

"Kalau pedagang (PKL-red) rata-rata sudah tahu pola razianya semua, pas pagi sama sore aja, nah makanya nggak heran kalau pada balik lagi sekarang," ungkapnya.

Ditemui bersamaan, Wandi (28) pedagang bakso keliling mengaku nekat kembali berjualan di depan Stasiun Tanah Abang lantaran banyaknya langganan. Dirinya pun beralasan karena pedagang gerobak seperti dirinya tidak memiliki tempat usaha yang layak.

"Sebenarnya kalau dikasih tempat yang bagus kita juga mau pindah, nggak di jalan kayak gini. Lah wong, ini sama sekali nggak ada solusi, kita diusir tapi juga nggak dikasih tempat jualan baru," ungkapnya berkilah.

Pantauan Warta Kota di lokasi, keberadaan ratusan petugas Satpol PP yang semula terlihat beroperasi melingkar mulai dari Jalan KH Mas Mansyur depan Blok A Pasar Tanah Abang menuju Jalan Fachrudin serta Jalan Jatibaru depan Stasiun Tanah Abang hingga Jalan Kebon Jati depan Blok G Pasar Tanah Abang kini tidak terlihat lagi.

Memasuki jam buka pusat perniagaan Tanah Abang, suasana semrawut dengan banyaknya PKL, kemacetan hingga lalu lalangnya rolli dan pengunjung menambah padatnya kawasan Tanah Abang menjelang tengah hari. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Adi Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved