Breaking News:

Pasukan Kerajaan Majapahit Selamatkan Rp 10 Milliar

Berkat Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Polda Metro Jaya menyelamatkan uang Rp 10 milliar.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw | Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Widjanarko, saat memberikan keterangan tentang Bhabinkamtibmas di Polda Metro Jaya, Selasa (7/4/2015) 

PALMERAH, WARTAKOTALIVE — Berkat Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Polda Metro Jaya menyelamatkan uang Rp 10 milliar pada 2014.

Dulu Bhayangkara adalah sebutan Pasukan elit Kerajaan Majapahit. Pengaruh pasukan ini amat luar biasa bagi kerajaan Majapahit. Sebab pasukan inilah yang menjaga keselamatan atau bertindak sebagai pengawal pribadi para raja ataupun keluarga istana Majapahit, serta menjaga ketentraman, ketertiban, penegak peraturan atau hukum, pengayom dan pelindung rakyat.

Dan kini polisi modern menamakan polisi-polisi yang bertugas mengelola setiap masalah di kelurahan dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Salah satu tugas terpentingnya adalah menyelesaikan masalah yang timbul di masyarakat dan mencegahnya menjadi perkara pidana.

Itu pula yang dilakukan Bhabinkamtibmas di Jakarta pada tahun 2014 lalu. Mereka mendamaikan sebanyak 4.000 perkara di masyarakat sehingga tak jadi dilaporkan ke polisi dan ditangani secara hukum. Dengan begitu Polda Metro Jaya Menyelamatkan uang menangani perkara sebesar Rp 10 Milliar tahun 2014 lalu.

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Widjanarko, mengatakan, sepanjang tahun 2014, seluruh Bhabinkamtibmas di Jakarta melakukan 1,4 Juta kali menyambangi warga.

Dari pertemuan dengan warga para Bhabinkamtibmas ini menemukan 6.000 masalah. Dan 4.000 masalah diantaranya adalah perkara di masyarakat yang apabila tak diselesaikan Bhabinkamtibmas maka akan jadi perkara hukum. Kasus-kasus yang diselesaikan oleh Bhabinkamtibmas dengan musyawarah ini seperti pencurian antar warga, perkelahian antar warga, fitnah antar warga, maupun kasus asusila di masyarakat.

"Untuk satu perkara ringan yang dilaporkan ke polisi itu maka negara harus mengeluarkan uang Rp 2,5 Juta. Dan akibat Bhabinkamtibmas bekerja baik, akhirnya ada 4.000 perkara yang diselesaikan tanpa perlu biaya. Tapi cukup diselesaikan dengan saling berdamai di masyarakat," kata Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Widjanarko kepada wartawan di balai Wartawan Polda Metro, Selasa (7/4/2015).

Namun, Budi mengaku jumlah Bhabinkamtibmas di Jakarta masih kurang. Saat ini hanya ada 865 Bhabinkamtibmas di Jakarta. Padahal jumlah di Jakarta ada 1.022 kelurahan. Artinya ada 200 Bhabinkamtibmas di Jakarta yang bekerja memantau dua kelurahan sekaligus.

"Saya sudah minta penambahan jumlah Bhabinkamtibmas tapi," ucap Budi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved