Rabu, 15 April 2026

Korban Keracunan Bogor Tak Kapok Makan Jamur

Ahmad Hidayat (55) satu dari tiga korban keracunan di Bogor mengaku tidak kapok mengonsumsi jamur.

Penulis: | Editor: Suprapto

PALMERAH, WARTAKOTALIVE — Ahmad Hidayat (55) satu dari tiga korban keracunan di Bogor mengaku tidak kapok mengonsumsi jamur. Warga kampung di Ranggamekar, RT 1/12, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor itu saat ini masih menjalani perawatan di ruang Cempaka, RS PMI Bogor.

Kondisi Hidayat dan kedua anaknya, Yuda dan Reni sudah mulai membaik setelah dirawat selama dua hari di RS PMI. Meski demikian, ketiganya belum diijinkan pulang karena masih dalam proses pemulihan.

"Saya enggak kapok makan jamur. Karena sebelum kejadian juga saya suka makan jamur seperti itu," ujar Hidayat kepada Wartakotalive di RS PMI Bogor.

Sampai Selasa siang, Hidayat dan kedua anaknya masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Slang infus masih terpasang di tangan kiri korban.

"Alhamdulilah sudah enggak mual sama pusing lagi," katanya.

Hidayat menjelaskan, jamur yang dikonsumsinya adalah pemberian dari orang tuanya yang diambil di kebun tidak jauh dari rumahnya.

"Saya enggak ngambil sendiri, tapi dikasih bapak. Memang saya juga sering nyari jamur di kebun," ujarnya.

Jamur yang diduga menjadi penyebab dia dan kedua anaknya keracunan sepengetahuannya sering dia makan dan tidak pernah ada efek samping."Setahu saya, sebelumnya saya juga pernah makan jamur yang warnanya kuning, tapi aman-aman saja," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu keluarga terdiri dari bapak dan dua anaknya di Kampung Ranggamekar, RT 1/12, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor dilarikan ke RS PMI Bogor karena diduga keracunan setelah menyantap jamur liar.

Ketiga korban Ahmad Hidayat dan kedua anaknya Yuda Handika (18) serta Reni Lestari (15) mengalami mual dan pusing setelah makan jamur.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Siti Rubaeah mengatakan, jamur yang dikonsumsi satu keluarga di Bogor berwarna kuning. Jamur tersebut kata Rubaeah mirip dengan jamur merang.

"Warnanya kuning, mirip seperti jamur merang," ujar Rubaeah.

Siti Rubaeah menjelaskan, pihaknya sudah mengambil contoh jamur yang dikonsumsi oleh korban yang diduga menjadi penyebab keracunan. "Kita sudah ambil sampel jamurnya, dan memang jamur tersebut menyerupai jamur merang, warnanya kuning," katanya.

Menurutnya, kejadian keracunan yang dialami satu keluarga itu termasuk kejadian luar biasa, pasalnya dampak racun akibat jamur itu menyebabkan korban kejang-kejang dan mengeluarkan keringat yang sangat banyak.

"Efek setelah makan jamur itu cukup singkat. Sekitar 15 menit setelah makan jamur, korban keringetan dan kejang-kejang hingga pingsan," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved