Ahok Vs DPRD

Ahok Sebut HMP Seminggu Lama, Kayak Main Sinetron Saja

Menurut Ahok seharusnya DPRD langsung menyelenggarakan HMP. Agar nantinya, bisa segera dilaporkan ke Mahkamah Agung.

Ahok Sebut HMP Seminggu Lama, Kayak Main Sinetron Saja
Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Dalam laporan yang disampaikan oleh Panitia Hak Angket, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, disimpulkan telah melanggar peraturan.

Namun, Ahok sendiri menantang kepada DPRD agar dirinya langsung dilanjutkan pada Hak Menyatakan Pendapat (HMP).

"Kalau sudah melanggar undang-undang kenapa nggak diterusin jadi HMP?! Kenapa nggak diterusin sekalian? Ngapain (cuma) mau-mau saja, takut banget sama gua. Sekalian harusnya," kata Ahok, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).

Menurut Ahok seharusnya DPRD langsung menyelenggarakan HMP. Agar nantinya, bisa segera dilaporkan ke Mahkamah Agung.

"Hak menyatakan pendapat kasih ke MA biar kelihatan ada yang salah. Nah yang salah itu yang crop-crop APBD kita. Sekarang saya mau tanya, kalau saya terima Rp 12,1 triliun masuk ke dalam RAPBD sah nggak RAPBD-nya? Sah. Selisihnya di mana APBD dia sama APBD saya? Rp 12,1 triliun lewat yang dia crop 10-15 persen dari APBD yang dia akuin tidak sah. Kok kalau tidak sah kamu mau ambil 10-15 persen?" tegasnya.

Karena itu, ia justru menantang agar HMP secepatnya digelar.

"Bawa ke MA saja sudahlah. Hak menyatakan pendapat tanggung nggak dimaju-majuin tunggu seminggu-tunggu lagi. Aduh lama banget. Kayak main sinetron saja panjang episodenya. Media juga jangan terlalu banyak liput deh kesenangan episode-episodenya," katanya.

Seperti diketahui, dalam paripurna kemarin, dilaporkan oleh panitia Hak Angket, bahwa ada dua peraturan yang dilanggar oleh Ahok.

Yaitu, draft RAPBD DKI 2015 yang diserahkan ke Kemendagri bukan hasil pembahasan. Lalu, masalah etika Ahok yang kerap melontarkan kata-kata kasar.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved