Icip-icip Kambing Muda ala Timur Tengah di Cikini
Pecinta kuliner Arab tidak perlu ke Timur Tengah, restoran Al Jazeerah Restaurant & Cafe menyajikan kambing muda
WARTA KOTA, CIKINI - Pecinta kuliner Saudi Arab tidak perlu ke Timur Tengah, restoran Al Jazeerah Restaurant & Cafe memberikan banyak menu pilihan yang sayang untuk dilewatkan. Daging kambing muda menjadi menu utama restoran yang berada di Jalan Raden Saleh 58, Cikini, Jakarta Pusat ini.
Anda bisa mencoba menu nasi mandi, yakni nasi warna kuning dalam satu nampan dengan dua potong daging kambing yang dibenderol Rp 112.000
Kalau mau ukuran mini tersedia cukup mengeluarkan uang Rp 65 ribuan dan memperoleh sambal merah hijau.
"Kami juga menyediakan berbagai variasi menu berbahan kambing seperti sup daging, sup daging kari, sop kaki kambing yang kita jual mulai Rp 30.000 - Rp180.000," kata Khilda Thalib, Manager Marketing Aljazeerah Restaurant and Cafe kepada Warta Kota Network pekan lalu
Di restoran itu menyediakan Mixed Grilled Al Jazeerah yakni shish kebab ayam, tawouk shish, domba cincang, udang sebuah, kebab kuftah, hati domba disajikan dengan kentang dan salad roti dengan harga Rp 120.000
Dirinya menjamin daging kambing akan terasa empuk mengingat mereka memilih kambing muda yang dimasak sehingga tidak akan menimbulkan bau. "Kalau memang tidak suka daging kambing maka bisa juga merasakan menu ayam seharga Rp 50 ribuan,' katanya.
![]()
Bagi Anda yang menyukai seafood, Restoran Al Jazeera juga menyediakan paket seafood yang tentu saja diracik ala Arab mulai harga Rp 80 ribu. Aneka soup khas Arab dan pasta dimulai dari harga Rp 27.500 juga bisa menjadi pilihan santapan Anda.
Untuk minuman menyediakan aneka teh dan kopi khas Arab, dan jus buah-buahan berkisar dari harga Rp 10.000- Rp 50.000. Juga aneka desert salad buah khas Arab dengan harga Rp 30.000.
Kilda mengakui saat ini memang cukup banyak restoran Arab di Jakarta, tapi Al Jazeerah Restaurant & Cafe menyajikan rasa yang berbeda.
"Bahan makanan di sini semua diimpor dari Arab Saudi, mulai dari rempah rempah dan beras. Untuk kambing muda dan ayam diperoleh dengan cara memelihara sendiri," katanya.
Untuk memastikan produk makanannya memiliki rasa Timur Tengah, mereka mendatangkan cheif dari luar negeri yakni Yaman, Maroko, India dan Arab.
"Ada orang Indonesia tapi khusus membuat masakan Indonesia, seperti nasi goreng, ayam goreng dan sebagainya," katanya.
Usai menyantai aneka kuliner khas Arab, bisa menjajal rokok khas Arab (Sisha) beragam rasa untuk menetralisir lidah Anda yang bau rempah bercampur domba.
Restoran ini juga atmosfer padang pasir yang sangat kental. Desain interior resto dan café yang sangat Arab membuat Anda seperti sedang berada di negeri Arab. Apalagi ditambah dengan musik irama padang pasirnya.
Restoran yang berdiri sejak 2006 ini, menyediakan ruangan khusus bagi keluarga, VIP, area smoking dan non smoking.
Selama ini pelanggan yang datang antara expratriat dan orang Indonesia sama-sama besar. Restoran kita sudah cukup dikenal di kawasan Timur Tengah.
"Bahkan, ada postingan orang yang pernah mampir memposting tidak afdol kalau ke Jakarta tidak mampir kemari," katanya