Inovasi Pelajar SMAN 3 Jakarta
Gabungkan Ekskul untuk Bangun Pertanian Kota
Kejenuhan membuat kompos menjadikan pelajar ingin mencoba inovasi baru.
Setiabudi, Warta Kota -- Upaya untuk mengkampanyekan kedaulatan dan ketahanan panganan tingkat remaja, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Jakarta menggabungkan tiga ekstrakurikuler (ekskul), yang ada di sekolah yang terletak di Setiabudi, Jakarta Selatan itu.
Ide itu tercipta ketika para pelajar sudah jenuh dengan program kompos yang dilakukan setiap ekskul di sekolah.
Kepala Sekolah SMAN 3, Retno Listyarti menuturkan bahwa kejenuhan membuat kompos menjadikan pelajar ingin mencoba inovasi baru. Di mana dalam penanaman sebuah tanaman melalui beberapa proses. "Kita punya tiga ekskul untuk pengembangan pertanian kota. Saat ini kita sedang mengkampanyekan kedaulatan dan ketahanan pangan di level remaja," katanya, saat dihubungi di Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2015).
Menurutnya, tiga ekskul itu meliputi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Stifok (ekskul fotografi) dan yang ketiga cinema. Dimana ketiga ekskul itu berkolaborasi dalam kegiatan kampanye itu. Hal ini merupakan suatu program pertanian kota. "Jadi proses penanaman itu difilmkan dan di abadikan lewat kamera bagi peserta didik yang menyukai fotografi," katanya.
Tempat penanam di SMAN 3 itu disebut green house. Berbagai pohon dan tumbuh-tumbuhan di tanaman disana. Ruangan berukuran sekitar 100 meter di belakang sekolah menjadi ajang bagi pelajar untuk mengapresiasikan diri.
Selain itu, juga terdapat bank sampah untuk mengumpulkan sampah organik maupun non organik. Dalam program itu akan ada yang dibuat pupuk atau bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya.