Aspirasi Warga

Merasa Terganggu, Kaukus Ibu Rumah Tangga DKI Surati Ahok

Sekelompok warga DKI dari kalangan ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kaukus Ibu Rumah Tangga DKI mengirimkan surat terbuka ke Ahok.

Penulis: | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/adhy kelana
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 

WARTA KOTA, JAKARTA - Sekelompok warga DKI dari kalangan ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kaukus Ibu Rumah Tangga DKI mengirimkan surat terbuka ke Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Isi surat itu berupa teguran keras terhadap sikap Ahok yang dianggap telah melanggar etika dan norma lewat ucapannya.

"Kalimat Ahok yang kurang santun menjadi hal yang mengganggu kami," kata Koordinator Kaukus Ibu Rumah Tangga DKI Jakarta Aidah Maqbulah, dalam keterangan yang diterima, Jumat (3/4/2015).

Aidah mengatakan, surat terbuka mereka merupakan kelanjutan dari surat terbuka sebelumnya dari Jaya Suprana yang juga mengkritik gaya bicara Ahok.

Berikut ini isi surat terbuka dari Kaukus Ibu Rumah Tangga DKI:

Menyambung Surat Terbuka Bapak Jaya Suprana

Kepada

Bpk Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Sebagai bentuk aspirasi kami kepada Bapak Jaya Suprana atas surat terbukanya kepada Bapak Ahok yang mengingatkan sesama anak bangsa untuk memiliki etika dan kepedulian dalam segala aspek kehidupan, maka kami tergugah melakukan hal yang sama mengirimkan surat terbuka ini kepada Bapak Ahok agar menjadi masukan yang baik sebagai koreksi atas sikap dan perilaku Bapak dalam kurun 2,5 tahun sebagai salah satu pemimpin di DKI Jakarta.

Komentar dan statemen bapak selama ini sudah menjadi sorotan publik. Sehingga penilaian masyarakat bergeser bukan lagi pada capaianya prestasi kerja bapak melainkan pada perilaku yang menjadi contoh negatif pada masyarakat.

Dengan kata lain, sikap dan perilaku bapak pemimpin tidak mendidik masyarakat sesuai dengan apa yang dituangkan dalam pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal ini akan sangat membahayakan bagi generasi kepemimpinan mendatang yang saat ini mereka masih anak-anak dan masih membutuhkan suri tauladan serta budi pekerti yang baik.

Implementasi ke-Bhineka Tunggal Ika-an di Indonesia sudah berjalan dengan baik ditandai dengan adanya kerukunan antar umat beragama dan kerukunan bangsa.

Setiap Warga Negara mempunyai hak yang sama dalam berbagai bidang, sudah tidak ada lagi perbedaan warna kulit, agama, suku/bangsa.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved