Sejarah Anjing Polisi
Anjing Polisi Berawal Dari Malang
Sejak kapan dan di mana anjing mulai jadi bagian dari Kepolisian Indonesia? Jawabannya ada di Malang, bukan di Jakarta.
WARTA KOTA, PALMERAH— Sejak kapan dan di mana anjing mulai jadi bagian dari Kepolisian Indonesia? Jawabannya ada di Malang, bukan di Jakarta.
Anjing pertama kali dipakai oleh Kepolisian Karesidenan Malang pada tahun 1952.
Awalnya polisi disana mendapat hibah dua ekor German Shepherd dari pengusaha Belanda yang kembali ke Negaranya. Saat itu Indonesia baru merdeka tujuh tahun dan memang banyak pengusaha Belanda memutuskan pulang.
Dua anjing itu kemudian dilatih oleh Ny Roll Moll, seorang asing berkebangsaan Jerman, lalu dipakai untuk melacak pelaku kriminal yang marak saat itu.

Namun baru tahun 1959 terbentuk Sub Seksi Brigade Anjing pada Seksi Kejahatan Dinas Reserse Kriminal yang bertempat di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kemudian tahun 1970 berubah nama jadi Brigade Satwa.
Selanjutnya pernah pula diubah jadi Satuan Utama Satwa Polri, lalu kemudian berubah lagi jadi Sub Direktorat Satwa Polri. Dan kini telah jadi Direktorat sendiri, yakni Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Mabes Polri. Pimpinannya polisi berpangkat Brigadir Jenderal.
Kepala Detasemen K-9 Ditpolsatwa Baharkam Mabes Polri, Ajun Komisaris Besar Nasib Damero Sianipar, menceritakan, di awal polisi mulai memakai anjing, mayoritas yang dipakai adalah jenis anjing German Shepherd. Anjing berbulu panjang asli Jerman. Kiblatnya adalah Kepolisian di negara Eropa.
Sampai akhir tahun 1970an, kata Damero, polisi belum mampu membeli anjing import. Jadi sebagian besar anjing yang dimiliki adalah hasil hibah