Batu Terkecil Tapi Tertua di Dunia Berumur 4,4 Miliar Tahun
Sebelumnya, sebongkah batu permata tertua yang di Australia yang bertipe kristal zircon berwana biru muda
JACK HILLS, WARTA KOTA -- Setelah beberapa waktu lalu, ditemukan bongkahan batu berharga, Bahia Emereald senilai 400 Juta Dollar atau sekitar Rp 5,2 Triliun yang menjadi rebutan dunia internasional. (Baca Batu Senilai Rp 5,2 Triliun Ini Jadi Rebutan Dunia Internasional)
Sebelumnya, sebongkah batu permata tertua yang di Australia yang bertipe kristal zircon berwana biru muda itu, yang diprediksikan berumur 4, 4 Miliar tahun.
Kristal zircon memiliki ukuran kecil itu diketemukan pada th. 2001 silam, di suatu bukit bebatuan di lokasi Jack Hills, Australia. Tempatnya seputar 800 km dari Perth.
Penemuan itu juga bikin beberapa peneliti di Amerika Serikat berupaya mencari tahu usianya. Lantas mereka memakai 2 tehnik tidak sama untuk mencari tahu umur batu permata cantik itu.
Beberapa peneliti menyampaikan, temuan itu memberikan indikasi bahwa susunan permukaan bumi terbentuk selekasnya sesudah planet ini terbentuk. Batu permata kecil itu disangka adalah sisi dari sisa-sisa permukaan bumi yang pertama terbentuk itu.
Juga sebagai bayangan tentang umur batu permata itu, dipandang dari saat terbentuknya bumi, yaitu seputar 4, 5 miliar th. lantas dari suatu bola batu cair. Itu bermakna, susunan permukaan bumi baru terbentuk kemudian atau seputar 100 juta th. lalu.
Umur kristal itu juga tunjukkan bahwa susunan permukaan bumi, dimana ada kristal itu di dalamnya, baru nampak seputar 160 juta th. sesudah terbentuknya tata surya.
Sementara itu Kompas.com menyebutkan, fragmen kristal zircon yang ditemukan di Jack Hills, Australia, 15 tahun lalu dikonfirmasi sebagai fragmen tertua di Bumi.
Fragmen tersebut mampu memberi petunjuk munculnya kerak Bumi, kapan Bumi mulai mendukung kehidupan, serta kapan kehidupan benar-benar muncul.
Mempelajari fragmen itu, John Valley dari Universoty of Wisconsin Madison, mengungkapkan bahwa fragmen itu berasal dari masa 4,374 miliar tahun lalu.
Usia fragmen itu ditentukan dengan metode canggih yang disebut atom probe tomography. Umur ditentukan berdasarkan massa atom timah penyusunnya.
Fragmen ini memberi petunjuk bahwa fase di mana Bumi berwujud bola dengan lautan magma lebih pendek dari yang diduga.
Sebelumnya diduga bahwa untuk berubah dari bola yang ditutupi lautan magma menjadi ditutupi lautan air, Bumi butuh 600 juta tahun.
Dengan temuan ini, diketahui bahwa fragmen itu dan kerak Bumi sudah ada sejak 4,374 miliar tahun lalu, 160 juta tahun setelah Bumi dan planet lain di Tata Surya terbentuk.
Riset ini mendukung pandangan "cool early Earth", yakni temperatur yang cukup rendah membantu munculnya air cair dan hidrosfer pada masa Hadean.
"Studi mendukung kesimpulan kami bahwa Bumi memiliki hidrosfer sejak sebelum 4,3 miliar tahun lalu," ungkap Valley seperti dikutip AFP, Senin (24/2/2014).
Sumber: kompas.com/Hotmagz