Kamis, 23 April 2026

Para Bidan di Daerah Masih Takut Pakai USG

Masih banyak bidan di daerah-daerah yang ketakutan untuk menggunakan alat USG sebagai bagian dari praktek di kliniknya

WARTA KOTA, JAKARTA - Praktisi kesehatan ibu, Novi Maharani menilai adanya teknologi Ultrasonografi (USG) sebagai alat diagnosa sebenarnya memudahkan kerja bidan untuk mendiagnosa kehamilan.

"Kalau terjadi kondisi patologi (tidak normal), adanya teknologi USG, bidan akan terbantukan untuk memberikan rujukan dini bagi pasien," ungkap Novi, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2015).

Menurut Novi pula, masih banyak bidan di daerah-daerah yang ketakutan untuk menggunakan alat USG sebagai bagian dari praktek di kliniknya. "Pengalaman saya saat berkunjung ke beberapa daerah, banyak bidan yang merasa takut menggunakan alat USG," ujarnya.

Selain Novi, hadir pula pakar Ultrasonik Kebidanan Internasional, Prof. DR Dr H. Salamun Sastra, MPH, MEd, MSc. Prof. Salamun adalah penemu Teknik Salamun I-III sebagai pengganti teknik sebelumnya, yakni Teknik Leopold I-IV.

"Teknik Salamun ini mampu menurunkan angka kematian ibu (AKI) sebesar 25%," ujar prof Salamun yang telah mengajar Ultrasonik Kebidanan di berbagai negara di dunia.

Usai presentasi di Kemenkes, Novi dan prof. Salamun melanjutkan presentasi Teknik USG di kantor pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Pengurus IBI yang hadir dalam presentasi tersebut adalah Sekjen IBI, Ibu Tuminah Wiratnoko, beserta pengurus yang lain.

"Pada dasarnya IBI setuju dengan penggunaan alat USG bagi bidan untuk pemeriksaan kehamilan (antenatal care)," ujar Ibu Tuminah.

Ibu Tuminah menegaskan bahwa seorang bidan boleh menggunakan alat USG dengan syarat punya kompetensi. "Ibarat nyetir mobil, driver harus punya SIM sebagai syarat mengendarai mobil," ujarnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved