Keluarga Akseyna Mengenal Anaknya dari Sapu Tangan
Keluarga Akseyna merasa yakin dan mengenali jasad anaknya dari sapu tangannya
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTA KOTA, DEPOK - Walau sudah melihat dan mengidentifikasi langsung jenazah anaknya di RS Polri, awalnya keluarga masih belum yakin benar bahwa korban adalah Akseyna Ahad Dori, mahasiswa semester IV, jurusan Biologi Fakultas MIPA UI.
Keluarga yang datang dari Yogyakarta bersama pihak Kampus UI ke Mapolsek Beji Kota Depok untuk melihat barang-barang yang ditemukan di tubuh korban.
"Dari sejumlah barang, keluarga akhirnya yakin itu adalah jenasah Akseyna dari sapu tangan bermotif milik korban. Sapu tangan itu adalah pemberian ayah Akseyna," kata Kepala Kantor Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI Rifelly Dewi Astuti di Kampus UI, Selasa (31/3/2015).
Menurut Rifelly, saat itulah, ayah Akseyna langsung meminta pengurusan untuk membawa jenazah dari RS Polri Sukanto dan dipulangkan ke Yogyakarta.
Menurut Rifelly keluarga mencurigai bahwa mayat mengambang di Danau UI adalah Akseyna setelah membaca berita di media massa. "Setelah itu kerabat mereka mencari Akseyna ke rumah kosnya dan diketahui dia sudah tidak pulang selama empat hari," ujar Rifelly.
Karena makin mencurigakan, ayah dan ibu korban akhirnya mendatangi Kampus UI, Senin (30/3) sore. "Pihak Kampus UI lalu mengantar keluarga Susmardoto ke RS Polri Sukanto untuk melihat jasad korban," kata Rifelly.
Saat itu, katanya, keluarga belum yakin 100 persen, sehingga meminta untuk melihat barang-barang pribadi yang ditemukan di tubuh korban.
Kapolresta Depok Kombes Ahmad Subarkah mengatakan, saat keluarga melihat jenazah korban, mereka mengakui ada kemiripan di hidung dan bentuk wajah. "Setelah melihat barang pribadi korban, terutama sapu tangan, keluarga yakin itu adalah jasad Akseyna Ahad Dori," ujar Ahmad.
Menurut Ahmad, sapu tangan pemberian ayah Akseyna itu berada di saku celana depan saat jenasah ditemukan mengambang di Danau Kenanga UI, Kamis pekan lalu. "Keluarga lalu mengurus pemulangan dan membawa jenazah ke Yogyakarta," kata Ahmad. (Harian Warta Kota)
Baca selengkapnya di Harian Warta Kota edisi Rabu, 1 April 2015