Coca Cola Resmikan Dua Lini Produksi Baru di Cikarang

Coca-Cola meresmikan dua lini produksi baru di pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) di kawasan industri MM2100, Bekasi.

Penulis: | Editor: Max Agung Pribadi
Dua pabrik baru Coca Cola di Cikarang, Bekasi, yang dibangun dengan investasi 500 juta dolar AS mulai berproduksi. Investasi tersebut mampu menyerap tenaga kerja sampai 135.000 orang. 

WARTA KOTA, BEKASI-Coca-Cola meresmikan dua lini produksi baru di pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) di kawasan industri MM2100, Jalan Irian VII Blok OO, Cikedokan, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (31/3/2015), sebagai bagian dari investasi senilai 500 juta dolar AS.

Hadir dalam peresmian itu, Menko Perekonomian, Sofyan Djalil; Menteri Perindustrian, Saleh Husin; Kepala BKPM,
Franki Sibarani; dan Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Robert Blake.

Chairman and CEO The Coca-Cola Company, Muhtar Kent mengatakan bahwa Coca Cola berkomitmen untuk tetap berinvestasi di Indonesia. "Investasi ini menegaskan kembali keyakinan kami pada Indonesia," tuturnya.

Oktober 2014 lalu, The Coca-Cola Company mengumumkan rencana investasi senilai 500 juta dolar AS pada anak perusahaan Coca-Cola Amatil di Indonesia dengan kompensasi berupa kepemilikan saham sebesar 29,4 persen.

Penambahan dana investasi kepada CCAI ini untuk mendukung akselerasi perluasan sistem produksi, penyimpanan (warehousing) dan infrastruktur pengadaaan minuman dingin di sejumlah pabrik Coca-Cola.

Investasi tersebut juga diklaim akan mampu menyerap tenaga kerja langsung maupun tak langsung dari 60.000 menjadi 135.000 orang dalam 3-4 tahun mendatang.

Beberapa jenis pekerjaan yang bisa diserap diantaranya untuk karyawan pabrik, rantai distribusi, dan pemasaran. "Kami akan melibatkan 10.000 lagi pekerja perempuan, itu di luar 5.000 pekerja perempuan yang bergabung saat ini," tuturnya.

Kadir Gunduz, Presiden Direktur CCAI mengatakan bahwa dua line baru Coca-Cola di pabrik Cikedokan itu berkapasitas produksi hingga 60 ribu botol per jam. Kapasitas sebanyak itu untuk memenuhi permintaan konsumen di wilayah Jabodetabek.

Pabrik di cikedokan adalah pabrik ke sembilan milik Coca Cola yang diakuisi dari perusahaan lain pada 2012 lalu. "Total kapasitas produksi dengan lima line yang ada saat ini mencapai. 450 juta liter per tahun," tuturnya.

Di pabrik Cikedokan, saat ini ada lima line produksi. Line 1 berkapasitas produksi 21 ribu botol per jam untuk produk minuman teh. Line 2 berkapasitas 30 ribu botol per jam untuk Minute Maid Pulpy Orange.

Line 3 dan Line 4 masing-masing berkapasitas 30 ribu botol per jam untuk produk Coca Cola, Sprite dan Fanta, sementara Line 5 yang belum beroperasi untuk produk cup tea sekitar 11 ribu botol per jam.

Tiga tahun terakhir, CCAI telah meresmikan 18 lini produksi baru, menempatkan 150.000 lemari pendingin, serta membangun tiga pusat distribusi untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lokal dengan nilai investasi lebih dari 300 juta dolar AS.

CCAI merupakan anak perusahaan Coca Cola Amatil (CCA) yang telah beroperasi di Indonesia selama 23 tahun. CCA merupakan salah satu dari lima besar mitra pengemas Coca Cola terbesar di dunia yang berpusat di Sidney, Australia.

CCAI kini mengoperasikan sembilan pabrik di Sumatra, Jawa, dan Bali dengan lebih dari 200 pusat penjualan dan distribusi di Indonesia serta mempekerjakan secara langsung 12.000 pekerja,

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved