Rabu, 8 April 2026

Cegah ISIS, Gerakan Siswa Mencurigakan Harus Diperhatikan

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan perlu strategi untuk membentengi siswa dari pengaruh ISIS

WARTA KOTA, SAWANGAN - Pengaruh Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) makin meresahkan masyarakat Indonesia, terlebih saat ini organisasi garis keras itu diduga melakukan perekrutan ke siswa siswi.

Hal ini menjadi perhatian Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Anies dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Bojongsari, Sawangan, Depok, Selasa (31/3/2015) mengatakan perlu strategi untuk membentengi siswa dari pengaruh ISIS.

Bendera <a href='https://wartakota.tribunnews.com/tag/isis' title='ISIS'>ISIS</a>

"Salah satu kunci nyata dalam mengatasinya adalah adanya interaksi positif pihak sekolah dan orangtua siswa," kata Anies Baswedan.

Mantan rektor Universitas Paramadina ini mencontohkan perlu ada komunikasi dan kerjasama antara pemerintah dalam membangun stabilitas pembelajaran baik di rumah, sekolah dan juga lingkungan.

Mengingat hal tersebut merupakan hal yang mendesak, Kemendikbud membahas masalah ini dalam RNPK.

"Sekolah harus menjaga keamanan dan keselamatan siswa. Baik dari kekerasan, pornografi, kekerasan seksual, narkoba, dan juga ekstremisme," jelas Anies.

Guna mengatasi berbagai permasalahan di atas, Anies mengatakan adanya penyimpangan dan gerak-gerik mencurigakan siswa harus segera diperhatikan. Tetapi, tidak berarti guru harus curiga.

Perlu ada pengawasan kepada anak, kata Anies. Oleh karenanya, jika ada potensi penyimpangan siswa maka sekolah perlu berbicara dengan orangtua. ‎"Jadi yang dibangun adalah interaksi antara orangtua dengan sekolah," kata Anies.

Karenanya, menurut Anies, peran walikelas merupakan hal yang penting. Ke depan, jam mengajar walikelas akan dikurangi agar bisa memberikan perhatian pada aspek psikologi peserta didik dan juga berkomunikasi dengan orangtua.

Dengan adanya komunikasi baik dengan siswa dan orangtua, berbagai potensi permasalahan seperti di atas bisa diantisipasi. (Agustin Setyo Wardani)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved