Olga Syahputra Meninggal

Olga Meninggal karena Meningitis? Ini Penjelasannya

Olga dirawat sejak Juni 2014 di salah satu rumah sakit di Singapura karena menderita penyakit meningitis.

Penulis: Lucky Oktaviano | Editor: Lucky Oktaviano
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA
Olga Syahputra 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kabar duka kembali menghampiri dunia hiburan Tanah Air. Komedian Olga Syahputra meninggal dunia di Singapura pada Jumat (27/3/2015) pukul 17.17 waktu setempat.

Olga dirawat sejak Juni 2014 di salah satu rumah sakit di Singapura karena menderita penyakit meningitis.

Sebelumnya, Olga sempat jalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Meningitis adalah radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meningen.

DIkutip dari Wikipedia, radang ini dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus, bakteri, atau juga mikroorganisme lain, dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu.

Meningitis dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Gejala umum dari meningitis adalah sakit kepala dan leher kaku disertai oleh demam, kebingungan atau perubahan kesadaran, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia).

Anak-anak biasanya hanya menunjukkan gejala nonspesifik, seperti lekas marah dan mengantuk.

Adanya ruam merah dapat memberikan petunjuk penyebab dari meningitis; contohnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningokokus dapat ditunjukkan oleh adanya ruam merah

Pada orang dewasa, gejala meningitis yang paling sering adalah sakit kepala hebat, yang terjadi pada hampir 90 persen kasus meningitis bakterial, diikuti oleh kaku kuduk (ketidakmampuan untuk menggerakkan leher ke depan karena terjadi peningkatan tonus otot leher dan kekakuan).

Triad klasik dari tanda-tanda meningitis adalah kaku kuduk, demam tinggi tiba-tiba, dan perubahan status mental.

Namun, ketiga ciri-ciri ini hanya muncul pada 44–46 persen kasus meningitis bakteri.

Jika tidak terdapat satu pun dari ketiga gejala tersebut, dapat dikatakan bukan meningitis.

Ciri lain yang dihubungkan dengan meningitis termasuk fotofobia (intoleransi terhadap cahaya terang) dan fonofobia (intoleransi terhadap suara keras).

Pada anak kecil, gejala yang telah disebutkan di atas seringkali tidak tampak, dan dapat hanya berupa rewel dan kelihatan tidak sehat.

Ubun-ubun (bagian lembut di bagian atas kepala bayi) dapat menonjol pada bayi berusia hingga 6 bulan.

Ciri lain yang membedakan meningitis dari penyakit lain yang tidak berbahaya pada anak adalah nyeri kaki, kaki-tangan yang dingin, dan warna kulit abnormal.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved