Rabu, 3 Juni 2026

Pika, Si Kecil yang Nyaris Punah

Mamalia kecil bernama pika Ili, ini sangat jarang diketahui eksistensinya oleh penduduk dunia.

Tayang:

WARTA KOTA, JAKARTA - Berasal dari daerah terpencil di Tiongkok, mamalia kecil bernama pika Ili, ini sangat jarang diketahui eksistensinya oleh penduduk dunia.

Binatang yang menyerupai kelinci ini, namun lebih menggemaskan dari panda, saat ini terancam punah, dengan populasi kurang dari 1000 ekor.

Dikutip dari CNN, Selasa (24/3/2015), seorang ahli konservasi Tiongkok, Li Widong, mengatakan, mereka tinggal di pegunungan Tianshan di wilayah Xinjiang barat laut Tiongkok.

Li pertamakali menemukan pika, yang memiliki nama latin Ochotona iliensis tersebut, pada tahun 1983, dan diberi nama sesuai kota kelahirannya, Ili.

Juli lalu, Li sempat melihat seekor pika untuk pertama kalinya sejak awal 1990-an. Dia memperkirakan jumlahnya telah menurun hampir 70% sejak penemuannya pertama kali.

"Saya menemukan spesies, dan saya menyaksikan itu terancam punah," katanya.

"Jika itu menjadi punah di depan saya, saya akan merasa sangat bersalah," lanjutnya.

Di tahun 2008 hewan tersebut masuk ke dalam daftar hewan terancam punah oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam tetapi tidak ada organisasi resmi atau tim khusus yang mempelajari atau melindunginya, menurut Li.

Mamalia itu memiliki tubuh dengan panjang sekitar 20 centimeter dan tinggal di daerah berbatu dan hidup dengan memakan rumput. Li mengatakan habitat pika telah terkena dampak pemanasan global.

Karena peningkatan suhu, gletser telah surut dan ketinggian salju permanen telah meningkat di pegunungan Tianshan, memaksa pika secara bertahap mundur ke puncak gunung, kata Li.

Ili pika awalnya ditemukan pada ketinggian antara 3.200 sampai 3.400 meter, katanya. Sekarang mereka telah mundur ke ketinggian 4.100 meter. "Mereka tidak punya tempat lain untuk mundur," tuturnya.

Salah satu faktor lainnya yang menyumbang terhadap menurunya populasi pika adalah sifat hewan ini yang soliter. Mereka tidak akan saling memperingatkan satu dengan yang lain jika ada predator mendekati salah satu dari mereka.

Li juga meyakini penyakit dapat menyumbang terhadap penurunan populasi pika.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved