Kamis, 16 April 2026

Menperin Minta Industri Otomotif Tingkatkam Ekspor Kendaraan

Penjualan kendaraan bermotor roda empat pada tahun 2014 telah mencapai 1,2 juta unit.

WARTA KOTA, SETIABUDI - Menteri Perindustrian Saleh Husin menegaskan, industri kendaraan bermotor dalam negeri semakin berkembang dan mengalami pertumbuhan signifikan.

Capaian tersebut menurut Saleh harus diimbangi dengan pendalaman struktur melalui penguatan industri komponen lokal dan meningkatkan ekspor dengan memproduksi kendaraan untuk diekspor.

“Pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat, seyogyanya menjadi pendorong bagi pelaku usaha otomotif untuk terus mengembangkan industri komponen guna memperdalam struktur industri otomotif nasional,” kata Saleh dalam seperti dikutip dari keterangan pers Kementerian Perindustrian, Selasa (34/3/2015).

Saleh yang menghadiri acara peletakan batu pertama pabrik baru PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia di Cikarang, memberi apresiasi kepada PT Krama Yudha, Mitsubishi Corporation - Japan, Mitsubishi Motors Corporation - Japan serta seluruh mitra usahanya atas kepercayaan serta komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi beberapa model kendaraan merek Mitsubishi serta komponennya di ASEAN bahkan di dunia saat ini.

Sekadar informasi, pabrik baru PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia ini akan beroperasi awal 2017. Di sana, nanti akan diproduksi kendaraan angkutan penumpang.

Pabrik tersebut dibangun di tanah 52 Ha dengan kapasitas produksi 160.000 unit/tahun dengan nilai investasi Rp 6 Triliun.
Diperkirakan, hadirnya pabrik ini bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk 3000 orang.

Karenanya, Menperin menyebutkan, pembangunan pabrik baru ini akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Indonesia.

"Salah satunya dalam bentuk penyediaan lapangan kerja maupun penerimaan pajak untuk menunjang pembangunan nasional,” imbuh Saleh.

Dari jumlah total unit produksi angkutan penumpang yang sebanyak 80.000 unit per tahun yang dihasilkan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, direncanakan sebanyak 25 persennya atau 20.000 unit/tahun akan dieskpor. Hal ini, imbuh Saleh, bisa meningkatkan penerimaan devisa negara.

Ia menyebutkan langkah yang diambil PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha dalam memproduksi mobil untuk ekspor ubi sejalan dengan misi Indonesia untuk mendorong ekspor sekaligus menurunkan defisit perdagangan akibat masih tingginya nilai impor kendaraan atau komponen, kata Saleh.

"Oleh karena itu, diharapkan upaya ekspor tersebut dapat terus dilakukan dan ditingkatkan sehingga bisa menjadi model untuk merek-merek lain dalam memproduksi kendaraan untuk pasar global," sambung Saleh.

Berdasarkan data Kemenperin, pertumbuhan industri otomotif tercermin dari angka penjualan maupun produksi yang terus meningkat. Penjualan kendaraan bermotor roda empat pada tahun 2014 telah mencapai 1,2 juta unit.

Karena itu, pemerintah terus memprioritaskan pengembangan industri kendaraan bermotor di dalam negeri melalui berbagai upaya strategis agar dapat menarik investasi baru dan mendorong perluasan kapasitas industri yang ada, kata Saleh. (Agustin Setyo Wardani)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved