Minggu, 19 April 2026

Liga Indonesia

Hobi Pelatih Perseru Serui Agus Sutyono Koleksi Barang Antik

Saya hobi mengumpulkan barang antik, seperti batu akik, keris, tombak, meja, kursi dan lain-lain

Penulis: Sigit Nugroho |

WARTA KOTA, PALMERAH - Pelatih Perseru Serui, Agus Sutyono memiliki hobi unik di luar aktivitasnya di sepakbola.

"Saya hobi mengumpulkan barang antik, seperti batu akik, keris, tombak, meja, kursi dan lain-lain. Hobi saya itu dari kecil, karena orangtua dan nenek saya menyukai barang-barang antik," kata Agus kepada Super Ball, Selasa (24/3).

Menurut Agus, barang-barang antiknya itu diperoleh dari keluarganya. "Barang-barang antik yang saya koleksi itu berasal dari pemberian orangtua atau dari nenek. Saya disuruh merawat. Ada juga yang mencari dari beberapa daerah," ujar Agus.

Seluruh barang antik itu disimpan di kediamannya di Tulungagung, Jawa Timur. "Sejak kecil, saya tinggal bersama nenek saya, Nyi Roro Kusyati. Nenek saya itu masih keturunan Keraton Nyayogyakarta. Banyak barang antik yang diberikan dari nenek saya dan disimpan sampai sekarang di rumah," ucap Agus.

Barang-barang antik peninggalan yang diberikan neneknya, rata-rata benda pusaka terdiri dari keris dan tombak. "Saya juga diwariskan beberapa batu akik, seperti bacan palamea, mata kucing seribu, lumut aceh, sampai giok. Saya juga dikasih batu kluwung dari orang tua atau sesepuh. Batu kluwung bisa mengobati penyakit, caranya dengan memasukan batu ke dalam air dan airnya diminum," jelas Agus.

Batu kluwung bisa menyembuhkan berbagai penyakit mulai dari panas, demam, dan lain-lain. Ada juga batu yang bisa untuk kebal dari senjata tajam dan peluru, namanya batu puser bumi.

"Batu itu pemberian dari orang tua atau sesepuh di dekat rumah. Dia minta saya memeliharanya. Awalnya saya tidak percaya khasiatnya, tetapi saya coba dipakaikann di ayam, ternyata benar, ayam itu kebal ditembak," tutur Agus.

Namun Agus tidak mau menggunakannya untuk hal-hal negatif. Agus hanya ingin mengoleksinya. "Saya juga pernah ditemui orang tua tidak dikenal saat duduk di teras rumah. Orang tua itu tiba-tiba memberikan Tombak Brojol. Dia minta, saya menjaganya. Saat saya kasih uang dia gak mau dan tiba-tiba menghilang begitu saja," terang Agus.

Tombak Brojol itu bermanfaaat membantu memperlancar persalinan. "Air rendaman Tombak Brojol bisa mempermudah proses persalinan. Bisa juga ditaruh di samping ibu yang akan melahirkan dan persalinan akan berjalan mudah dan lancar," tambah Agus.

Benda-benda antik pusaka yang dikoleksinya itu tidak diperjualbelikan. Padahal banyak berbagai orang berminat membelinya dengan harga lumayan tinggi dari belasan sampai puluhan juta.

"Saya tidak mau menjualnya, karena ini barang peninggalan leluhur. Saya juga tidak mau memanfaatkannya untuk macam-macam. Jika ada yang butuh bantuan saja, tetapi saya tidak mau mengambil keuntungan apa-apa dari barang-barang antik pusaka itu. Saya hanya memeliharanya dengan tujuan koleksi saja," papar Agus.

Agus menjelaskan, dirinya bisa mendapatkan barang-barang antik pusaka itu, lantaran dia sering menjalani puasa dan shalat Tahajjud. "Sejak kecil saya diajarkan puasa dan shalat Tahajjud oleh nenek. Itu menjadi kebiasaan saya sampai sekarang. Mungkin karena sering beribadah seperti itu, saya sering diminta memelihara benda-benda antik pusaka oleh orang tua atau sesepuh yang tidak saya kenal," jelas Agus.

Meski demikian, Agus tidak takabur dan memanfaatkannya untuk tujuan negatif. "Saya tidak mau menggunakannya untuk hal-hal yang buruk, karena saya sudah diamanatkan untuk menjaga dan memelihara barang-barang bekas antik tersebut. Jadi benda-benda itu tidak mau saya pamerkan, tetapi hanya menjadi koleksi saya saja," tutur Agus. (Get)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved