Jumat, 10 April 2026

Hebat, Mahasiswi ini Berhasil Seret Calon Pemerkosa ke Polisi

Pradnya Mandare, mahasiswi India menghajar dan menyeret calon pemerkosanya ke kantor polisi.

WARTA KOTA, JAKARTA - Pradnya Mandare, mahasiswi India yang menghajar dan menyeret calon pemerkosanya ke kantor polisi. Saat itu, perempuan 20 tahun itu sedang dalam perjalanan pulang dari kampusnya di utara Mumbay, dan datang seorang pria yang tiba-tiba meraba tubuhnya.

“Saya sangat terkejut. Saya mencoba menghindar tapi ia tiba-tiba mencengkeram leher saya,” ujar Pradnya. Yang membuat ia lebih terkejut karena di tempat di mana ia sedang dicoba untuk diperkosa itu berdiri lebih dari 50 pria yang tengah menunggu kereta api, tapi mereka tidak berbuat apa-apa untuk membantu Pradnya.

Merasa bahwa tidak ada yang tergugah menolongnya, dan terlebih dirinya merasa terancam, Pradnya langsung menghantam pria itu dengan tasnya. Pria tersebut mencoba membalas, karena mabuk berat pria tersebut pun gagal. Sementara Pradnya sudah bertekat tidak membiarkan pria itu lolos.

“Saya sadar banyak perempuan tak suka melapor ke polisi. Namun, saya ingin pria itu dihukum," lanjut Pradnya.

Sejurus setelah memukul kepala pria tersebut, Pradnya menjambak rambut pria mabuk itu dan menyeretnya ke kantor polisi terdekat. Sontak pria itu berteriak sejadi-jadinya. Dia meminta Pradnya untuk melepaskannya dan berjanji akan mengikuti perintahnya pergi ke kantor polisi.

Tapi Pradnya sudah terlanjur tidak percaya dengan pria itu. Pradnya terus menyeretnya dan berhasil menyerahkan pria itu kantor polisi. Tak lama kemudian, Pradnya mendapatkan kepastian bahwa polisi sudah menahan pria yang diketahui bernama Chavan Chowdee. Pemuda 25 tahun itu kini tengah menunggu dakwaan.

Aksi heroik Pradnya sontak menjadi buah bibir. Ia menjadi contoh beberapa perempuan untuk membela diri dan membiarkan para pria yang hendak memperkosanya. “Saya tak melihat diri saya sebagai seorang pahlawan. Namun, saya kira kami harus berani berdiri dan membuat para pria tahu bahwa mereka tak bisa berbuat semaunya dan memperlakukan perempuan sebagai obyek yang bisa mereka perlakukan sesuka hati.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved