Tenis
Hingis/Sania Juara Indian Wells
Hingis meraih sembilan gelar juara ganda di turnamen grand slam (sembilan di ganda putri dan dua di ganda campuran).
WARTA KOTA, INDIAN WELLS - Mantan petenis nomor satu dunia Martina Hingis kembali menggondol gelar juara di turnamen Indian Wells atau kini populer dengan nama BNP Paribas Open 2015, Minggu (22/3). Bersama petenis asal India Sania Mirza, Hingis meraih gelar di nomor ganda putri.
Di laga final, Hingis/Mirza mengalahkan pasangan asal Rusia Ekaterina Makarova-Elena Vesnina 6-3, 6-4. Kemenangan tersebut memang sudah ditunggu. Pasalnya, saat mengumumkan akan bermain bersama beberapa pekan lalu, publik senantiasa menantikan aksi kedua petenis yang memiliki catatan prestasi yang baik di nomor ganda tersebut.
Hingis meraih sembilan gelar juara ganda di turnamen grand slam (sembilan di ganda putri dan dua di ganda campuran). Sedangkan Sania meraih tiga gelar juara ganda campuran turnamen grand slam. Keduanya pun memperlihatkan hasil keunggulan penggabungan tersebut. Sebagai unggulan pertama, Hingis/Mirza tak pernah kehilangan satu set pun dalam turnamen yang berdiri sejak 1974 itu.
Setelah menang 6-3 di set pertama, Hingis/Sania sempat tertinggal 2-4 di set kedua. Tetapi keduanya sanggup membalikkan keadaan dan merebut empat gim berturut-turut sehingga menang 6-4 atas Makarova/Vesnina.
Gelar kedua
Bagi Hingis -yang meraih gelar di nomor tunggal pada tahun 1998- ini merupakan gelar kedua setelah meraihnya bersama Anna Kournikova di tahun 1999. Keduanya berlangsung di Hyatt Grand Champion. Namun, sejak tahun 2000 BNP Paribas Open pindah lokasi ke Indian Wells Tennis Garden. Lokasi pertama kini menjadi tempat spa yang mewah.
Hingis menyebut ia memiliki banyak memori di Indian Wells Open. Tetapi, ia enggan mengenang kembali kisah suksesnya berpuluh tahun lalu saat meraih gelar di usia 18 tahun.
“Tentu saya memiliki banyak memori indah. Sungguh mengagumkan tetapi jangan mengingat (prestasi) yang sudah berlalu sekian lama. Itu semakin membuat saya merasa tua. Prestasi ini bagus, cukup itu yang dihitung,” kata Hingis dilansir bnpparibasopen.com.
Sementara itu, kesuksesan juga bukan merupakan hal yang aneh bagi Mirza. Faktanya, ia empat kali melenggang ke final dalam lima turnamen edisi terakhir dengan rekan duet yang berbeda-beda. Tahun 2011, ia juara bersama Vesnina, yang justru ia kalahkan kemarin.
“Saya selalu menyukai bermain di sini. Saya cukup berhasil terutama di nomor ganda dalam lima tahun terakhir. Dan menjadi hal yang sulit berhadapan dengan orang yang mengenal Anda dengan sangat baik. Itu yang saya rasakan ketika bertemu Vesnina,” ujar Mirza.
“Saya berharap bisa kembali lagi tahun depan dan berusaha mempertahankan gelar. Sungguh menyenangkan bisa datang ke turnamen yang Anda kenal dengan sangat baik dan Anda berstatus juara bertahan,” tambahnya. (eko)