Kamis, 9 April 2026

Jatah Makan Tahanan Teroris Lebih Besar dari Tahanan Koruptor

Sudah 13 tahun dua tahanan teroris, Ali Imron dan Mubarok mendekam di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya.

WARTA KOTA, SEMANGGI - Sudah 13 tahun dua tahanan teroris, Ali Imron dan Mubarok mendekam di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya. Selama itu pula jatah makan mereka lebih tinggi dari tahanan lain disana.

Direktur Tahanan Titipan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Barnabas, mengatakan, tahanan teroris berada dalam pengawasan dan anggaran berbeda dari tahanan lain di Polda Metro Jaya.

Makanya jatah makan teroris lebih tinggi dari tahanan koruptor di Polda Metro Jaya. Jatah makan koruptor hanya Rp 15.000 per hari, atau Rp 5.000 tiap makan. Sama dengan jatah makan terpidana kasus pembegalan.

Tapi koruptor berbeda. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan, jatah makan tahanan teroris tahun 2015 ini sebesar Rp 22.500 per hari. Atau Rp 7.500 tiap kali makan. Harga Jatah makan itu naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 15.000.

"Itu anggarannya di Densus 88. Ini kan tahanan titipannya Densus 88 di Polda Metro Jaya," kata Rikwanto dalam pesan singkatnya kepada Warta Kota, Jumat (20/3/2015).

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved