Begal Motor
Dugaan Kuat, Rahmat Dibuntuti Begal Saat Jalan Pulang ke Rumah
Mamat Surahmat (55), korban komplotan begal di Jalan Raya Bogor Km 25, Sabtu (21/3/2015) malam, diduga kuat sudah dibuntuti dari Pasar Ciracas.
WARTA KOTA, CIPAYUNG - Mamat Surahmat (55) yang menjadi korban pembacokan dan penembakan yang dilakukan komplotan pembegal di Jalan Raya Bogor Km 25, depan Naga Swalayan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2015) malam, diduga kuat sudah dibuntuti dari Pasar Ciracas.
Sukria Ramdhani, selaku adik ipar pria yang akrab disapa Rahmat dan dikenal sebagai 'Bos Beras' menduga pembegal tersebut kenal dengan korban.
"Menurut saya aneh. Ini diduga orang-orang ini lah yang kenal dengan Rahmat. Soalnya, para pembegal pastinya tahu apa yang dibawa Rahmat sampai arah jalan pulangnya. Saya yakin, dia sudah dibuntuti dari Pasar Ciracas tempat usaha Rahmat," kata Sukria usai memakamkan jenasah Rahmat di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (22/3/2015).
Menurut Sukria, sudah banyak orang dan karyawan Rahmat yang tahu isi tas miliknya.
"Rahmat ini memang dikenal sangat baik di mata orang. Semua orang tau kok, apa isi tas yang suka dibawanya pulang. Setahu saya, karyawannya ini banyak keluar masuk, diduga pelakunya kenal dengan korban. Isi tasnya yakni uang senilai diatas Rp 500 juta, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kunci rumahnya," jelasnya.
Ia juga menduga, pelaku pembegal tersebut bekas karyawan Rahmat. "Saya gak tahu. Tapi saya yakin itu. Bisa saja. Toh lokasi kejadian tak jauh dari tempat kerjanya Rahmat kok," jelasnya.
Diketahui, usai maghrib, Sabtu (21/03), Rahmat tengah berpulang dari Pasar Ciracas ke rumahnya, di Jalan Belly RT 011/09, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Rahmat saat itu melintas di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, dengan mengendarai motor Yamaha RX King B 6893 AL.
Dalam perjalanan, Rahmat dipepet empat orang dengan dua sepeda motor. Keempat pelaku pembegal ini diletahui mengincar tas korban, yang diketahui berisi uang Rp 500 juta lebih, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan kunci rumah.
Sebelum tas tersebut dirampas, diketahui Rahmat sempat melakukan perlawanan terhadap keempat pembegal tersebut. Namun apa daya, tepat di depan Naga Swalayan, Rahmat dibacok dan ditembak sebanyak dua kali oleh pembegal tersebut.
Rahmat mengalami luka bacok pada lengan kiri dan mengalami luka tembak pada pinggang kiri. Rahmat pun tewas saat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenasahnya kini sudah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. (Panji Baskhara Ramadhan)