Pembangunan Jalan Layang
Ratusan Pohon Dipotong karena Pembangunan Jalan Layang
Memang dalam pembangunan infrastruktur pasti akan ada yang dikorbankan. Seperti kemacetan dan pohon yang dipangkas.
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Dalam rangka pembangunan Jalan Layang Busway koridor XIII Ciledug-Tendean, ratusan pohon yang berada di jalur tersebut dipangkas. Hal ini dikarenakan pohon itu menganggu proses pembangunan jalan layang sepanjang 9,3 kilometer itu.
Kepala Bidang Jalur Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Muhammad Fajar Sauri menuturkan bahwa di dalam pembangunan jalan layang busway ada delapan paket. Dalam satu paket bisa memangkas 20 sampai 100 pohon yang ada di sepanjang jalur jalan layang itu.
Dia tidak bisa memberikan data secara detail berapa pohon yang dipangkas karena sedang tidak berada di kantor."Paling banyak memang di daerah Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," kata Fajar saat dihubungi Warta Kota di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3).
Proses pemangkasan pohon itu sudah berlangsung sejak minggu lalu. Paling banyak pohon yang dipangkas dan dipotong itu bervariasi yaitu pohon Mahoni, pohon Tanjung dan pohon Beringin. Pohon itu sebagian ada yang dipindahkan di tempat pembibitan pohon Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Nantinya pohon yang terkena dampak pembangunan juga akan diganti sebagai kompensasi. Kita usahakan pengantian pohon di dekat lokasi pemotongan," ucapnya.
Menurutnya, memang dalam pembangunan infrastruktur pasti akan ada yang dikorbankan. Seperti kemacetan dan pohon yang dipangkas. Oleh sebab itu, pihaknya akan mendorong Dinas Bina Marga DKI untuk menganti pohon yang sudah ditebang.
"Nanti kita arahkan penanaman dekat lokasi yang ditebang," ucapnya.
Pantauan Warta Kota, jalur hijau yang berada di Jalan Trunojoyo menjadi gersang karena adanya pemangkasan pohon. Selain itu, di Jalan Ciledug Raya juga terlihat kekurangan pohon dan sinar matahari menjadi terang benderang.
Berjanji mengganti
Kepala Bidang Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo berjanji akan menganti pohon-pohon yang dipangkas karena dampak dari pembangunan jalan layang busway itu. Menurut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait tentang keberadaan aset-aset lain yang berada di jalur pembangunan.
"Pohon yang dipangkas belum tahu berapa karena jumlahnya menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," kata dia.
Namun, menurut dia pemangkasan pohon diusahakan seminimal mungkin. Pasalnya, kondisi jalur hijau di Ibukota Jakarta semakin minim. "Tentunya setelah selesai pembangunan kita hijaukan kembali," ucapnya.
Dia menjelaskan mengapa pohon itu dipangkas karena menggangu proses pembangunan. Dimana berada pada titik-titik pilecap. Sehingga, untuk memperlancar proses pembangunan maka memang harus dipangkas.(bin)