Banyak Anggota DPRD DKI Dukung Lawan Budaya Titip Anggaran
Gubernur DKI mengaku ada anggota DPRD DKI yang memuji langkah dirinya melawan budaya titip menitip anggaran APBD.
WARTA KOTA, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku ada anggota DPRD DKI yang memuji langkah dirinya melawan budaya titip menitip anggaran dalam APBD.
"Teman-teman di DPRD juga sebenarnya banyak sekali kontak saya untuk mendukung. Dari dulu sebagian (anggota DPRD) juga dasarnya sudah cape, ya orang bilang kasarnya sudah muak lah dengan sistim titip menitip kayak begitu," ungkap pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota, Jumat (20/3/2015).
Dikatakannya banyak anggota DPRD baru merasa gerah dengan budaya titip anggaran. Tetapi, anggota legislatif yang ingin membuat perubahan tersebut kebingungan siapa yang akan berani memulai.
"Kuncian kan ada di kepala daerah. Ada malah anggota DPRD berterima kasih sama saya. Dia mengatakan, ini malah (anggota) DPRD yang lama, yang jujur ya, dia bilang 'saya sudah sekian lama di sini baru kali ini beruntung bertemu gubernur yang berani' dia bilang begitu loh," tutur Ahok.
Sayangnya pria yang pernah duduk sebagai anggota Komisi II DPR RI tidak mau mengungkapkan siapa anggota DPRD yang memuji dirinya.
"Saya tidak mau buka namanya lah, dia senang banget. Dia bilang karena kalau tidak ada sistim (e budgeting), selama ini fitnah memfitnah, jadi begitu ada yang hilang, ada yang bertambah tidak ada yang mau mengaku," ungkapnya.
Selama ini dikatakan suami Veronica Tan ini, bila ada suatu korupsi yang kena hanya dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Dicontohkan dia, pengadaan filing cabinet atau peralatan kearsipan pada 2007. Pembelian filing cabinet yang begitu banyak menyebabkan sekolah yang mendapatkannya tidak muat sehingga disimpan di luar ruangan.
Akhirnya hal tersebut menjadi perkara hukum dan sejumlah PNS di SKPD hingga staf-stafnya masuk penjara.
"Oknum DPRD-nya tidak ada yang mau mengaku, tidak ada yang jelas. Saya pikir ini soal fitnah bisa selesai. Apalagi kan DPRD bisa lihat nih, misal dia dapat laporan dari masyarakat, dia curiga, misalnya tidak masuk akal nih proyek pengadaan barang ini atau pengerjaan barang proyek ini, dia bisa kunci," ungkapnya.