Kecelakaan

Warga Protes Terkait Maraknya Kecelakaan di Rawa Buaya

Para pak ogah itu biasanya menjaga ketertiban lalu lintas di perlintasan rel Rawa Buaya agar tak terjadi kecelakaan.

Warga Protes Terkait Maraknya Kecelakaan di Rawa Buaya
Andika Panduwinata
Perlintasan rel kereta api dekat Stasiun Rawa Buaya, Jakarta Barat dipasang papan pengaman pada Rabu (18/3/2015) sore. 

WARTA KOTA, CENGKARENG - Sejumlah warga RT 01 / RW 07, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat melancarkan aksi protesnya terkait maraknya kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel kereta api Rawa Buaya.

Kemarin, Rabu (18/3) sore Ahmad Junaidi (31) dan Nurul Komariah (7) menjadi korban di jalur maut tersebut. Mereka tewas dihantam kereta saat melintas di Jalan Raya Duri Kosambi, dekat Stasiun Rawa Buaya saat menunggangi sepeda motor.

Enjo Ferari yang merupakan koordinator aksi demo menyatakan hal tersebut dikarenakan banyaknya juru parkir yang ditangkap polisi saat terjaring operasi Cipta Kondisi pada Jumat kemarin. Para pak ogah itu biasanya menjaga ketertiban lalu lintas di perlintasan rel Rawa Buaya agar tak terjadi kecelakaan.

"Setelah para juru parkir ditangkap, kecelakaan di sini semakin banyak, terbukti kan," ujar Enjo berteriak saat berorasi di perlintasan rel Rawa Buaya pada Kamis (19/3).

Ia pun menegaskan hanya dengan cara seperti itu, kecelakaan dapat dihindari karena adanya pak ogah yang mengatur lalu lintas di lokasi tersebut. Tak dapat dipungkiri, para pak ogah ini mendapatkan uang receh dari para pengendara yang melintas.

Pihaknya juga akan berupaya berkoordinasi dengan pemerintahan setempat terkait masalah ini. Enjo mengungkapkan Kelurahan Duri Kosambi harus mengeluarkan surat izin pengaturan perlintasan di daerah itu agar tak memakan korban jiwa lagi. (Andika Panduwinata)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved