Ahok vs DPRD DKI

Polisi: Tersangka Pengadaan UPS Ada Dua

Ada kemungkinan pelaku korupsi pengadaan UPD di sekolah-sekolah di DKI Jakarta ada dua orang.

Polisi: Tersangka Pengadaan UPS Ada Dua
Warta Kota/Agustin Setyo Wardani
UPS di SMAN 35 Jakarta Barat yang diketahui seharga Rp 5,8 miliar. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Sampai hari ini, Kamis (19/3/2015), penyidik Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya belum menetapkan satu orang tersangka pun dalam dugaan korupsi pengadaan alat uninterruptible power supply (UPS) di sekolah-sekolah di DKI Jakarta.

"Kemungkinan tersangkanya minimal dua orang," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul di Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Ia mengatakan, untuk menentukan tersangka dibutuhkan pemeriksaan menyeluruh dari saksi-saksi. Sebab kasus pengadaan alat yang menghabiskan Rp 330 miliar dalam APBD 2014 tersebut melibatkan banyak orang.

"Jadi keterkaitan antarsaksi juga kami periksa. Misalnya dalam pemeriksaan saksi menyebut si A, si B, dan si C. Berarti mereka yang disebut itu kami panggil juga," tutur Martinus.

Karena itu, lanjut dia, penyidik membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menentukan tersangka. Namun, setelah penyidik memeriksa 73 orang saksi, nama tersangka mulai mengerucut menjadi minimal dua orang.

Sementara itu, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ajie Indra mengatakan, dua calon tersangka kasus korupsi UPS tersebut kemungkinan berasal dari pejabat pembuat komitmen (PPK) dari proyek pengadaan alat yang dibanderol Rp 5,8 miliar per unitnya itu.

"Mereka pejabat di Dinas Pendidikan Menengah. Kami akan periksa dulu secara menyeluruh agar nanti tidak satu persatu penetapan tersangkanya," kata Ajie.

Diketahui hingga Kamis ini, penyidik telah memanggil 87 orang saksi. Namun, baru 73 yang hadir. Sebanyak 14 orang yang tidak hadir karena alasan sakit dan sedang berada di luar negeri, ada pula yang tidak konfirmasi. (Unoviona Kartika)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved