Senin, 13 April 2026

Kasus Pembunuhan

Kondektur Kopaja Sempat Diamankan di Pos Polisi Bundaran Senayan

Kejadian tewasnya Angger Budi Santoso (35), kondektur Kopaja 66, Kamis (19/3/2015), dengan luka tusukan ‎membuat heboh di lokasi kejadian.

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Kejadian tewasnya Angger Budi Santoso (35), seorang kondektur bus Kopaja 66 jurusan Manggarai-Blok M dengan nomor polisi B 7490 NP, di Jalan Pattimura Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2015) dengan luka tusukan ‎membuat heboh di lokasi kejadian. Bahkan, menurut salah seorang saksi, korban sempat di pos polisi di traffic light Bunderan Senayan untuk mencari keadilan oleh Hidayat (35), supir Kopaja.

Enday (40), salah seorang supir taksi biru menuturkan bahwa saat itu masyarakat tidak mengetahui kalau kejadian itu merupakan suatu pembunuhan. Dia hanya mengira percekcokan dan perkelahian antar kernet bus kota saja.

"Tapi, korban terjatuh di jalan raya dengan lumuran darah. Eh, benar kalau ada luka tusuakan di perutnya," kata Enday yang sedang ngetem di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2015).

Men‎urutnya setelah kejadian itu, korban langsung dibawa menggunakan Kopaja 66 jurusan Manggarai-Blok M. Bus itu melaju ke arah pos polisi dekat traffic light Bunderan Senayan. "Langsung dibawa pake bus Kopaja setelah kejadian itu," ucapnya.

Dia mengaku tidak mengetahui kejadian pembunuhan itu. Menurutnya, di lokasi kejadian memang menjadi tempat ngetem para angkutan umum. Sehingga, percekcokan merupakan suatu hal yang biasa saja.

Sementara itu, ketika pos polisi disambangi oleh Warta Kota, kata salah seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya menyebutkan korban sudah dibawa ke RSPP. Sementara, bus Kopaja dibawa oleh pihak Kepolisian Sektor Kebayoran Baru.

"Sudah dibawa ke RSPP tadi korbannya. Tadi sih masih bernafas," ucapnya.‎

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved