Ini Alasan Perlintasan Rel Rawa Buaya Enggan Ditutup

Perlintasan rel kereta api Rawa Buaya kerap kali menimbulkan kecelakaan.

Ini Alasan Perlintasan Rel Rawa Buaya Enggan Ditutup
Andika Panduwinata
Perlintasan rel kereta api dekat Stasiun Rawa Buaya, Jakarta Barat dipasang papan pengaman pada Rabu (18/3/2015) sore. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Perlintasan rel kereta api Rawa Buaya kerap kali menimbulkan kecelakaan, bahkan sampai memakan korban jiwa.

Padahal jalur maut ini hendak ditutup oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Namun pemerintah setempat dan para masyarakat menentangnya.

Lurah Duri Kosambi, Herman, menyatakan kebijakan PT KAI yang menutup perlintasan bukanlah solusi yang tepat. Ia menuturkan hal tersebut hanya akan menjadi masalah baru bagi masyarakat setempat.

"Kemarin sudah susah gara-gara di bawah fly over ditutup, warga mau lewat mana lagi kalau bukan lewat perlintasan ini," ujar Herman saat ditemui di Jalan Raya Duri Kosambi, perlintasan rel kereta dekat Stasiun Rawa Buaya pada Kamis (19/3/2015).

Herman menjelaskan apabila pihak PT KAI menutup perlintasan, maka akan menyulitkan akses jalan. Menurut Herman, hal tersebut juga banyak merugikan masyarakat.

Perlintasan rel Rawa Buaya ini memang tak ada papan pembatas untuk keamanan saat kereta melintas. Tidak ada sirene juga sebagai penanda datangnya kereta bagi para pengendara.

Sebelumnya pada Rabu (18/3/2015) dua orang tewas terhantam kereta saat melintas di jalur maut tersebut dengan menunggangi sepeda motornya.

Pada Selasa (17/3/2015) juga Toyota Avanza tersambar kereta di bagian belakang mobil, untuknya pengemudi terselamatkan. (Andika Panduwinata)

Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved