Korupsi UPS

Gila, 49 Perusahaan Pemenang Lelang Pengadaan UPS Cuma Boneka

Perusahaan-perusahaan ini mendapat komisi sebesar Rp 54 juta untuk masing-masing perusahaan, katanya.

Gila, 49 Perusahaan Pemenang Lelang Pengadaan UPS Cuma Boneka
Agustin Setyo Wardani
UPS alat yang diadakan tahun 2014 dan saat ini menjadi ramai dibicarakan karena harganya yang tidak masuk akal, yakni Rp 5,8 miliar. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Dugaan korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di DKI Jakarta, semakin kuat. Dari hasil penyidikan polisi, 49 perusahaan yang memenangkan lelang tersebut ternyata tidak memenuhi kualifikasi.

"Empat puluh sembilan perusahaan ini hanya dipinjam pakai nama, tetapi sebenarnya mereka tidak memiliki kemampuan teknis dan administrasi," ungkap Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ajie Indra saat dihubungi wartawan, Kamis (19/3).

Ajie menyebutkan, ke 49 peru‎sahaan tersebut mendapatkan komisi atas pinjam pakai nama dalam proyek lelang UPS tersebut.

"Perusahaan-perusahaan ini mendapat komisi sebesar Rp 54 juta untuk masing-masing perusahaan," tambahnya.

Menurut Ajie, yang meminjam pakai nama 49 perusahaan itu adalah oknum dari pihak swasta dalam kasus pengadaan UPS tersebut.

Pengadaan UPS ini terjadi pada tahun 2014 lalu. Dianggarkan melalui APBD Perubahan tahun 2014. Pengadaan dilakukan ke dalam 49 paket proyek. Makanya ada 49 pemenang lelang tender.(ote)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved