Penghuni Rusunawa Tambora Keluhkan Buruknya Kualitas Air

Para penghuni rumah susun sewa sederhana Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan buruknya fasilitas umum di rusun tersebut, terutama air bersih.

Penghuni Rusunawa Tambora Keluhkan Buruknya Kualitas Air
Andika Panduwinata
Rusunawa Tambora, Jakarta Barat. 

WARTA KOTA, TAMBORA-Para penghuni rumah susun sewa sederhana (rusunawa) Tambora, Jakarta Barat menyampaikan keluhan mereka yang sudah sekitar dua minggu lebih menempati rusun tersebut. Mereka kompak menyatakan fasilitas air di Rusunawa Tambora tidak baik. Air masih keruh, terasa asin, dan warnanya kecokelatan.

"Kami sih komplain soal air. Airnya enggak bisa buat masak," ujar Mulyanah (37) satu dari penghuni Rusunawa Tambora yang menghuni unit di Tower A lantai 15 nomor 5 saat ditemui Warta Kota pada Rabu (18/3/2015).

Ia menuturkan air di Rusunawa Tambora hanya dipakai untuk mandi dan menyuci saja. "Saya kalau mau masak itu pakai air galon. Galon yang harganya Rp. 7.000," ucapnya.

Dari fasilitas listrik, para penghuni membayar menggunakan token. Mereka pakai token sesuai dengan keperluannya.

"Saya pakai listrik beli token. Pertama isi Rp. 20.000 sudah habis isi lagi Rp. 50.000," ucap Atun yang juga penghuni Rusunawa Tambora.

Atun dan Mulyanah sudah dua minggu tinggal di rusun tersebut. Mereka senada dalam menuturkan tak ada masalah dengan penggunaan lift di Rusunawa Tambora. Padahal dari 6 lift yang ada, hanya 4 lift yang beroperasi.

"Enggak ada masalah kalau lift. Kan masih ada lift lagi," ungkap Atun.

Petugas Adminitrasi Rusunawa Tambora, Ria menjelaskan untuk masalah air dirinya membenarkan bahwa kualitas air tidak baik di rusun tersebut. Pihaknya juga berencana untuk memasang PAM dalam kurun waktu seminggu ini.

"Minggu ini air PAM dipasang. Memang air di sini enggak bagus. Warnanya kecokelatan. Tapi kami belum bisa memastikan air layak pakai untuk memasak dalam waktu seminggu ini," kata Ria.

Ia juga menyatakan untuk persoalan listrik tak ada masalah. Penghuni merasa nyaman menggunakan token.

"Listrik di sini pakai token kisaran Rp. 20.000 sampai Rp. 50.000," ujarnya.

Untuk masalah lift memang ada sebagain yang tak dapat beroperasi. Lift juga terlihat kotor dan kerap kali menjadi sarana bermain anak - anak.

"Kami memang kurang petugas kebersihan. Jadi untuk kebersihan masih kewalahan. Hanya ada 5 petugas kebersihan saja di sini. Anak - anak juga sering bermain lift naik turun ke atas," tuturnya. (Andika Panduwinata)

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved