DBD
Kasus DBD di Jakarta Selatan Setiap Minggu Meningkat
Berdasarkan data, setiap minggunya kasus DBD di Jakarta Selatan selalu meningkat.
WARTA KOTA, JAKARTA - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Yuditha Endah, akan menggalakkan fogging fokus.
Langkah ini diambil untuk menekan mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), karena berdasarkan data, setiap minggunya kasus DBD di Jakarta Selatan selalu meningkat.
"Jakarta Selatan paling tinggi se-DKI Jakarta dengan jumlah kasus 332 per tanggal 12 Maret 2015 kemarin," kata dia di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2015).
Dari ratusan kasus itu belum ada sampai masyarakat yang mengalami kematian. Oleh sebab itu, program fogging fokus yang dilakukan sampai satu bulan ini diharapkan bisa mengurangi angka kasus demam berdarah.
"Selama sebulan ini awalnya 300 kasus, minggu depannya 311 kasus, dan kemarin direkap ada 322 kasus. Memang meningkat drastis," ucapnya.
Dia menjelaskan penyebab maraknya kasus DBD di Jakarta Selatan karena perubahan musim. Sehingga, perubahan cuaca dari hujan ke kemarau mengakibatkan jentik nyamuk bisa berkembang biak dengan baik.
"Kita memberikan spanduk, kita tempelkan di setiap kecamatan yang tertinggi kasus DBD-nya. Saat ini Kecamatan yang tinggi yaitu Pancoran dan Kebayoran Baru," ujarnya.