Brendan Rodgers Sindir Chelsea

Manajer Liverpool, Brendan Rodgers, mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyuruh para pemain The Reds berlaku curang

Kompas.com/Carl Court/AFP
Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. 

WARTA KOTA, LIVERPOOL - Manajer Liverpool, Brendan Rodgers, mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyuruh para pemain The Reds berlaku curang dalam setiap pertandingan.

Pernyataan itu diungkapkan Rodgers menanggapi pernyataan striker PSG, Zlatan Ibrahimovic, yang menyebut para pemain Chelsea seperti "bayi" pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3/2015).

Ibrahimovic mengeluarkan pernyataan itu setelah menerima kartu merah dari wasit pada menit ke-32.

Sebenarnya, pengusiran Ibrahimovic masih menyimpan tanda tanya lantaran wasit Bjorn Kuipers dinilai telah terintimidasi oleh aksi para pemain Chelsea.

Dalam sebuah momen, Ibrahimovic dan Oscar terlibat perebutan bola sehingga keduanya berbenturan.

Oscar tampak terguling-guling kesakitan, yang membuat wasit langsung mengganjar Ibrahimovic kartu merah meskipun dari tayang ulang terlihat tak ada jegal mematikan dari penyerang asal Swedia itu.

"Saya hanya dapat berbicara mengenai tim saya soal masalah itu. Menurut saya, sepanjang perjalanan sejarah menjadi pelatih, saya selalu mencoba memenangi pertandingan dengan sikap sportif sebaik mungkin," ujar Rodgers.

"Saya menyebut itu sebagai respek. Memang benar kami akan melakukan segalanya untuk menang. Tetapi, bagi saya, ada garis batas dan saya tidak ingin para pemain melewati garis tersebut. Menurut saya sikap mereka di lapangan menunjukkan hal tersebut di setiap tim yang saya latih."

"Kami ingin menjadi sangat kompetitif dan kami ingin menang. Namun, ada sebuah garis aturan yang tidak pernah saya tanyakan kepada para pemain. Menurut saya Anda bisa melihat bagaimana mereka bermain dan bekerja," tambah Rodgers.

Sebelum Rodgers, manajer Manchester City Manuel Pellegrini pun sempat dimintai pendapatnya perihal masalah kartu merah Ibrahimovic. Pellegrini mengatakan, tidak pernah meminta para pemainnya untuk mengintimidasi wasit atas berbagai keputusannya di dalam lapangan.

"Menurut saya itu bukan cara mempersiapkan tim ini untuk meraih kemenangan. Anda harus menganalisis cara-cara yang benar dan tidak. Setiap kali wasit membuat keputusan, semua pemain Anda berada di depannya dan tidak mungkin wasit bisa bekerja dalam situasi seperti itu," kata Pellegrini. (Ary Wibowo)

Editor: Lucky Oktaviano
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved