Waspadalah! Remaja Sekarang Suka Saling Kirim Gambar Telanjang
Seorang ibu dari pelajar di SMA menyerahkan foto bugil satu dari teman anak laki-lakinya yang ia temukan di dalam ponselnya
WISCONSIN, WARTA KOTA -- Bagi Anda yang memiliki anak remaja dan ABG harus sering mengontrol dan memeriksa hp dan smartphone mereka. karena, akhir-akhir ini sexting atau berkirim tulisan atau gambar porno pada sesama remaja.
USA Today melansir kebiasaan yang sangat populer di kalangan remaja ini telah lama diketahui pihak kepolisian.
Baru-baru ini, seorang ibu dari pelajar di SMA Rhinelander Wisconsin menyerahkan foto bugil satu dari teman anak laki-lakinya yang ia temukan di dalam ponselnya, dan pihak penegak hukum tidak tahu jika masalah itu sungguh ruwet.
Satu foto itu kemudian membawa polisi mengidentifikasi belasan pelajar yang bertukar gambar telanjang kepada satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari. “Ini sungguh tak bisa diduga berapa banyak anak-anak yang terlibat,” ujar sherif Oneida County, Letnan Terri Hook.
Kebanyakan dari foto itu adalah selfie, foto pribadi yang dikirim kepada pacar masing-masing. Banyak yang kemudian dikirimkan kembali kepada teman-teman mereka atau diposting di sosial meda baik lokal maupun di seluruh Amerika Serikat (AS). Ratusan foto-foto itu kemudian beredar di sekolah dan bahkan kemudian berakhir di tangan sejumlah orang di beberapa negara bagian yang sangat jauh dari asal foto tersebut.
Banyak remaja mengirimkan foto eksplisit lewat ponsel karena menganggap foto-foto itu akan selalu tersimpan. Demikian disampaikan pihak kepolisian dan penyidik. Namun, makin meningkat jika foto-foto itu akan menemukan jalan dan berakhir di tangan pemangsa seks dan para remaja ini akan menghadapi hukuman keras dan panjang dari perbuatan mereka.
Lebih dari 130 juta foto-foto yang berisi pornografi anak yang diperiksa sejak tahun 2002 oleh National Center for Missing & Exploited Children dan satu dari empat foto itu awalnya diposting oleh anak-anak itu, kata John Sheehan, direktur eksekutif dari National Center for Missing & Exploited Children.
sumber: USA Today/Grilfromcelebesonline