Jumat, 1 Mei 2026

Dua Pria Lompat Bunuh Diri, Ini Cerita Mistis Warga Apartemen Pluit

Beberapa dari mereka mengaku usai aksi bunuh diri Erwan, ada keterkaitan terhadap aksi bunuh diri Simon.

Tayang:

WARTA KOTA, PENJARINGAN - Aksi terjun bebas yang dilakukan Erwan Koe (31) dari Lantai 27, pada Senin (9/3) lalu, menyusul Simon Cokro (27), melompat dari Lantai 8 pada Kamis (12/3), menyisakan cerita mistis bagi seluruh penghuni Apartemen Laguna Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Beberapa dari mereka mengaku usai aksi bunuh diri Erwan, ada keterkaitan terhadap aksi bunuh diri Simon. Pasalnya, pasca aksi bunuh diri Erwan Koe, keesokannya, Selasa (10/3), sekitar 04.00 WIB Simon mengalami kerasukan.

"Saya kesal, subuh-subuh kok ada teriak-teriak terus nangis ngejerit. Awalnya saya bodo amat. Saya tinggal tidur. Pas paginya, ternyata dia (Simon-Red) yang teriak-teriak. Kata keluarganya sih kerasukan katanya," cerita pria yang enggan menyebutkan namanya saat diwawancarai di Lantai Dasar Apartemen Laguna Pluit, Kawasan Foodcourt, Jumat (13/3).

Pria yang berdagang Nasi Hainam Campur ini pun melanjutkan ceritanya. Ia mengaku sebelum aksi bunuh diri, wajah Simon terlihat sumringah saat diketahui dirinya diterima kerja di sebuah perusahaan.

"Iya, kan dia keterima jadi Supervisor kan. Sumringah kok wajahnya, kesenengan," singkatnya.

Pria berambut pendek ini pun tetap melanjutkan ceritanya. Dirinya mengaku kaget Simon melakukan aksi bunuh diri lantaran kesal dengan orangtuanya.

"Ya, saya gak tahu pasti ya. Soalnya, Erwan bunuh diri Senin (9/3). Keesokan subuhnya, Selasa (10/3) Simon kerasukan. Ketika Simon keterima kerja, wajahnya sumringah. Padahal yang kita tahu kan, Erwan itu menganggur selama sepuluh tahun. Makanya pas keterima, simon wajahnya seneng," katanya.

Ia pun melanjutkan, "Yang perlu diketahui lagi, Erwan ini mengalami masalah keluarga karena sering dituntut keluarga untuk kerja. Makanya Erwan stress. Nah, Simon saat diterima kerja, malah kesal sama orangtuanya, karena tak dibukakan pintu. Jadi, seperti ada kesamaan.. Stress karena keluarga-keluarga mereka sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, Ling-ling (38) mengaku kejadian bunuh diri menjadi cerita mistis dan trend bagi warga Apartemen Laguna Pluit. "Banyak banget yang suka cerita-cerita begituan. Kalau dengar ceritanya sih memang kaya ada keterkaitan," jelasnya.

Ia juga mengaku, aksi bunuh diri sebanyak dua kali dilakukan di lokasi yang sama yakni jembatan penghubung apartemen. Ia menyarankan agar jembatan penghubung untuk ditutup saja.

"Jembatan penghubung antar gedung itu lebih baik ditutup saja. Karena hal itu dapat memicu kejadian serupa. Belum lagi akses masuk ke apartemen yang terbilang mudah dan tanpa pengamanan Circuit Closed of Television (CCTV). Kami sebagai warga tahu pas jatuhnya aja," tutupnya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved