Jalur Permata Hijau ke Patal Senayan Ditutup April 2015
Pada persimpangan jalan tak sebidang di perlintasan kereta api memang sangat rawan terjadi kecelakaan.
WARTA KOTA, JAKARTA - Pada persimpangan jalan tak sebidang di perlintasan kereta api memang sangat rawan terjadi kecelakaan.
Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun jalan layang atau fly over di persimpangan tak sebidang.
Namun pada kenyataannya volume kendaraan saat fly over dibangun tetap padat. Angkutan umum dan kendaraan pribadi masih berperilaku sembarangan saat melintasi perlintasan kereta api.
Oleh sebab itu, pada saat pembangunan fly over Permata Hijau, jalur yang mengarah dari Permata Hijau ke Patal Senayan akan ditutup.
Hal ini tidak menunggu sampai fly over Permata Hijau rampung dikerjakan pada tahun 2016 mendatang.
"Memang untuk fly over Permata Hijau, jalur dibawahnya akan ditutup. Nanti kita tutup," kata Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo saat dihubungi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (11/3).
"Jadi tidak usah menunggu jadi. Karena kemacetan selalu terjadi di jalan Patal Senayan, kendaraan mau nyebrang rel, mau ke Patal Senayan atau arah Permata Hijau," ucapnya.
Dia menuturkan bahwa saat ini pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna kendaraan.
Pasalnya, selama ini rencana penutupan jalur di bawah fly over selalu mendapat pertentangan dari masyarakat. Rencana penutupan jalan sendiri akan dilaksanakan pada bulan April 2015 mendatang.
"Hambatan-hambatan itulah yang harus dihadapi di lapangan," tuturnya.
Terlihat pagar pembangunan fly over Permata Hijau sudah terpasang sepanjang 500 meter x 10 meter dari arah Arteri Permata Hijau sampai ke arah Senayan.
Hanya tersisa dua lajur kendaraan roida empat yang bisa melintas. Sementara di arah sebaliknya yaitu arah Senayan pun sudah terpasang pagar pembangunan fly over Permata Hijau.
Beberapa alat berat terlihat sedang digunakan para pekerja untuk melakukan pengeboran. Selain itu, ada dua buah mesin backhoe yang sedang bekerja mengeruk jalan raya.
Tak hanya itu, sebuah mesin bor yang tinggi sedang melakukan pengeboran tanah.
Rencananya fly over Permata Hijau akan memiliki panjang sekitar 533 meter dengan lebar 10 meter. Masa pembangunannya akan memakan waktu sekitar satu tahun.
Ada tiga kontraktor yang ditunjuk untuk melakukan pembangunan fly over Permata Hijau seperti PT Lampiri Djaya Abadi, PT Multi Structure, dan PT Brantas Abispraya.
"Kira-kira nanti ada 5 posisi pear untuk fondasi bor pilenya. Diharapkan tiga bulan ke depan rampung dikerjakan fondasinya," kata Heru.