Kesulitan Lahan Akibatkan Kota Depok Kekurangan Gedung Sekolah

Selama ini pembangunan selalu tertunda karena sulitnya mencari lahan untuk pembangunan sekolah.

Warta Kota/adhy kelana
ILUSTRASI - Sejumlah anak SDN Bali Mester tengah menunggu ddi pintu gerbang SDN Rawa Bunga 11- 16 Pagi, Jakarta Timur. Sekolah ini menjadi sekolah tumpangan SDN Bali Mester kelas siang. 

WARTA KOTA, DEPOK - Dengan memiliki 19 SMP Negeri dan 10 SMA Negeri, Kota Depok masih kekurangan gedung sekolah. Dari 19 SMP Negeri dan 10 SMA Negeri itu, tiga diantaranya tidak memiliki gedung dan menumpang dengan sekolah lain.

Yakni SMAN 11 Beji yang menggunakan gedung SD Kemiri Muka 2, SMAN 12 Cipayung yang menumpang di SMPN 9 Depok dan SMAN 13 Depok yang menggunakan gedung SDN Cisalak Pasar 3.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMA/SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Dea Akhmadin, Minggu (8/3/2015).

Menurutnya pihaknya sebenarnya hendak membangun gedung untuk 3 sekolah yang masih menumpang dan menggunakan gedung sekolah lain itu.
Namun kendala yang dihadapinya adalah ketiadaan lahan.

"Selama ini pembangunan selalu tertunda karena sulitnya mencari lahan untuk pembangunan sekolah. Pembebasan lahan milik warga tidak mudah dilakukan," kata Dea.

Sementara itu, kata Dea, sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD) Depok, hingga tahun 2016 mendatang dimana diharapkan di 11 Kecamatan di Depok memiliki satu SMAN, maka pihaknya harus dapat mencari lahan untuk pembangunan 3 gedung SMAN yang kini masih menumpang itu.

"Bangunan untuk sekolah yang menumpang itu harus ada di Kecamatan yang dimaksud. Yakni di Kecamatan Beji, Cipayung, dan Cimanggis," ujarnya.
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Rezky M Noor mengatakan pihaknya masih banyak menerima keluhan mengenai kurangnya fasilitas gedung di sekolah negeri di Depok.

Misalnya seperti yang terjadi  di SMAN 11 di Kecamatan Beji yang hingga saat ini belum memiliki bangunan sendiri.

"Padahal, tingkat lulusan SMP untuk ke SMA di Beji terhitung tinggi. Karena bangunan tidak ada, banyak lulusan SMP di Beji mencari sekolah ke Jakarta Selatan yang berdekatan dengan wilayah Beji," katanya.

Rezky mengaku menyesalkan kurangnya fasilitas sekolah negeri di Depok. Sebab anggaran pendidikan yang dialokasikan dari APBD setiap tahunnya bertambah dan memcapai sekitar Rp 200 Miliar.

"Bahkan warga Beji juga menginginkan adanya MTS Negeri dan MI Negeri. Tapi sekarang belum bisa direalisasikan, sebab untuk SMA Negeri yang sudah jalan saja, gedungnya masih menumpang," ujar Rezky.

Tags
sekolah
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved