Ini Apartemen di Depok yang Libatkan Kepolisian untuk Andal

Polresta Depok memastikan tidak ada satu pun dari belasan Apartemen melibatkan kepolisian dalam pembuatan izin analisis dampak lalu lintas.

Warta Kota/adhy kelana
ILUSTRASI - Bisnis proverti di kota Depok, Jawa Barat kian menggeliat, ditandai dengan tumbuh suburnya apartemen di di kawasan Jalan Margonda Raya. Seperti terlihat Selasa (18/3/2014) tiga apartemen sekaligus tengah dibangun di jantung kota Depok ini. 

WARTA KOTA, DEPOK - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Depok memastikan tidak ada satu pun dari belasan Apartemen di Kota Depok yang sudah berdiri saat ini, turut melibatkan kepolisian dalam pembuatan izin analisis dampak lalu lintas (andal).

Karenanya keberadaan sejumlah apartemen, terutama yang dibangun di ruas Jalan Margonda Raya, makin membebani arus lalu lintas di jalan yang menjadi jalan utama di Kota Depok tersebut.

Selain itu, ketiadaan andalalin juga membuat tak adanya sistem antisipasi kemacetan yang bisa dilakukan saat kendaraan yang keluar masuk apartemen padat dan membuat kemacetan bertambah parah di ruas jalan reguler.
Namun saat ini, satu proyek apartemen yang hendak dibangun yakni Apartemen Pesona Square di Jalan Juanda, Depok, telah melibatkan kepolisian dalam pembuatan izin andalalinnya walau tidak secara resmi.

Hal itu dikatakan Kepala Satlantas Polresta Depok, Sri Suhartatik kepada Warta Kota, Senin (9/3/2015). Menurut Sri yang biasa disapa Tatik itu, pihaknya sempat diajak pihak pengembang apartemen dan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok dalam rapat untuk menanggapi paparan hasil survey dan riset dalam andalalin yang dibuat pihak pengembang.

"Kami sudah diajak oleh Dishub Depok mendengar paparan dari pihak pengembang apartemen tentang andalalin yang mereka buat, beberapa pekan lalu. Mulai dari rekayasa lalin dan segala antisipasinya dalam andalalin itu, kami diminta untuk menanggapi dan memberi masukan," ujar Tatik.

Selain itu, kata Tatik, pihaknya diharapkan juga mau memberikan rekomendasi jika andalalin yang dibuat pengembang dirasakan sudah baik, terutama untuk mengantisipasi dan meminimalkan kemungkinan kemacetan akibat keluar masuknya kendaraan dari apartemen.

"Kami mengapresiasi pihak pengembang dan Dishub Depok yang melibatkan kami dalam pembuatan andalalinnya. Saya harap hal seperti ini terus dilakukan pengembang apartemen baru lainnya, sehingga kami bisa memberi masukan atau usulan agar kemacetan sebagai dampak adanya apartemen bisa diminimalkan," tutur Tatik.

Ia menjelaskan dalam andalalin yang dipaparkan pihak pengembang Apartemen Pesona Square, adanya celukan atau ruas jalan khusus di depan apartemen untuk kendaraan yang masuk dan keluar apartemen dinilai sudah cukup baik.

Hanya saja kata Tatik harus ada pemisahan antara kendaraan yang masuk dan yang keluar supaya kemacetan tidak terjadi parah di depan apartemen.

"Apalagi nantinya di sana bukan hanya dibangun apartemen saja, tetapi juga sekaligus dengan mal dan perkantorannya," ujar Tatik.

Sebelumnya Tatik mengeluhkan banyaknya apartemen di Kota Depok yang sudah berdiri saat ini tidak melibatkan pihaknya dalam pembuatan andalalin sebagai izin memperoleh IMB. Sebab dengan dilibatkannya kepolisian dalam andalalin apartemen, akan ada masukan dan usulan yang diharapkan bisa meminimalkan kemacetan di depan di ruas jalan dimana apartemen berada.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved