Awas, Gejala Maag Bisa Jadi Awal Gangguan Ginjal

Jangan sepelekan gejala maag, sebab bisa jadi hal itu merupakan tanda awal gangguan ginjal.

Awas, Gejala Maag Bisa Jadi Awal Gangguan Ginjal
Kompas.com
Ilustrasi sakit maag 

WARTA KOTA, JAKARTA - Jangan sepelekan gejala sakit maag, sebab bisa jadi hal itu merupakan tanda awal gangguan ginjal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Ginjal dan Hipertensi, Dr Ginova Nainggolan, SpPD KGH mengatakan, gejala sakit maag yang mesti dianggap serius adalah gejala perut kembung yang dibarengi dengan rasa mual, sebab gejala itu merupakan tahap dini ginjal mengalami gangguan.

"Gejala gangguan ginjal itu tidak ada yang khas. Tapi bila mendapati gejala maag berupa mual maka harus waspada. Periksakanlah diri ke dokter. Lakukan tes darah di laboratorium," katanya dalam seminar Memahami Faktor Keseimbangan Kalori dan Hubungannya dengan Ginjal, di Setia Budi, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Ginova, gejala gangguan ginjal tahap lanjut umumnya itu mengalami nyeri pinggang. Kemudian saat buang air kecil berbuih. Bila air seni sudah berbuih maka itu tandanya ginjal mengalami kebocoran.

"Ada keluhan infeksi saluran kemih tapi itu batu ginjal dan porsinya kecil. Tapi gangguan fungsi ginjal itu dapat terlihat bila air seninya berbuih. Bila ini dialami segeralah ke rumah sakit jangan ditunda," ujarnya.

Dikatakan Ginova, kerusakan ginjal itu tidak ada hubungannya dengan kebiasaan minum minuman berwarna, kecuali alkohol. Contohnya minuman berkarbonat, bersoda, kopi, dan teh.

Namun kerusakan ginjal itu karena minum obat warung atau obat tanpa resep dokter dalam jangka waktu yang lama.

Umumnya obat itu obat antiinflamasi non steroid. Contoh ketika sakit kepala lalu membeli obat warung. Sudah diminum namun pusing tak kunjung sembuh. Bahkan obat itu terus dikonsumsi.

"Tidak ada hubungannya minuman itu bisa merusak ginjal. Sebab minuman itu sudah ada takarannya. Ginjal akan menyaring racun, menyerap zat, dan mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu memproduksi hormon," paparnya.

Ginova menyarankan ke masyarakat untuk tidak minum obat warung dalam jangka waktu yang lama. Bila minum obat tersebut dua kali, namun tidak ada efeknya maka lebih baik dihentikan.

Berobatlah ke dokter, karena dimungkinkan ada penyebab lain.

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved