Ahok Vs DPRD DKI

Meski Pakai APBD 2014, 72.000 PNS Tetap Terima TKD

Kementerian Dalam Negeri masih melakukan pembahasan evaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah DKI 2015.

Meski Pakai APBD 2014, 72.000 PNS Tetap Terima TKD
Warta Kota/Mohamad Yusuf
epala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, Agus Suradika 

WARTA KOTA, GAMBIR - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih melakukan pembahasan evaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015. Namun, jika evaluasi yang dilakukan serta pembahasan antara Pemprov DKI dengan DPRD DKI, tak menghasilkan kesepakatan, maka akan digunakan APBD 2014.

Dengan menggunakan APBD 2014, maka akan menggunakan anggaran sesuai tahun itu, sebesar Rp 72,905 triliun. Jumlah tersebut, lebih kecil dibandingkan APBD pada tahun 2015 sebesar Rp73,08 triliun.

Hal tersebutlah yang dikhawatirkan oleh beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang dijanjikan Pemprov DKI. TKD dinamis dan statis yang dijanjikannya, cukup besar.

Seperti diketahui, TKD statis untuk PNS DKI yang terendah yaitu Tenaga Pelayanan mencapai Rp 4.005.000. TKD statis terbesar yang diterima, oleh jabatan Kepala Badan. Yaitu sebesar Rp 31.455.000, dari total Rp 78.702.000 gaji yang harus diterimanya.

Seperti diungkapkan oleh salah satu PNS di DKI. Ia berharap meskipun menggunakan APBD 2014, TKD yang diberikan tetap dengan besaran yang dijanjikan Pemprov DKI.

"Saya sudah cukup senang dan bersemangat ketika dijanjikan dengan TKD yang besar. Karena menurut saya dengan TKD itu, sangat membantu kebutuhan keluarga," kata salah satu PNS yang enggan disebutkan namanya tersebut, Minggu (8/3/2015).

Terlebih jumlah TKD yang diterimanya cukup besar dibandingkan sebelumnya.

Pria yang sudah lima tahun menjadi PNS itu, yakin, tidak ada lagi PNS yang akan melakukan pungli khususnya pada pelayanan.

"Dengan jumlah TKD yang besar itu, yang sebelumnya ada oknum-oknum yang melakukan pungli pasti sudah tidak berani lagi, karena saya kebutuhannya sudah terpenuhi," katanya.

Dicairkan

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved