Senin, 27 April 2026

Malapraktik

DPR Minta Umumkan Hasil Investigasi 2 Pasien RS Siloam Meninggal

Anggota Komisi IX DPR meminta hasil investigasinya kasus tewasnya dua pasien di RS Siloam diumumkan ke publik.

Penulis: Sri Handriyatmo Malau | Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH—Anggota Komisi IX DPR RI, Amelia Anggraini, meminta Tim Investigasi dari Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera mengumumkan hasil investigasinya ke publik terkait kasus tewasnya dua pasien di RS Siloam.

“Tim Investigasi dari Kemenkes dan BPOM harus segera umumkan mengingat sudah melebihi batas waktu yang ditentukan (akhir Februari),” kata Amelia di Jakarta, Jumat (6/3/2015).

Politisi NasDem ini menegaskan, Tim Investigasi harus segera umumkan hasilnya ke publik. Apakah hasil investigasinya, RS Siloam maupun PT Kalbe Farma dinyatakan bersalah atau tidak.

Sebelumnya, usai peresmian gedung pelayanan terpadu Dr. Adhyatama di RS Sitanala Tangerang, Rabu (25/02), Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, mengungkapkan hasil investigasi terkait kasus tewasnya dua pasien di RS Siloam akan ditentukan pekan ini.

Dijelaskannya, data hasil peninjauan lapangan Kemenkes dan BPOM akan disatukan. Ada beberapa hal yang perlu diteliti. Namun demikian, Menkes menegaskan bila pihaknya akan bertindak tegas terhadap pihak yang salah dan sanksi akan diberikan sesuai dengan derajatnya.

"Kita akan memberikan hasil investigasi dan sanksi sesuai data yang kita teliti dengan kebenaran, bukan sekedar menentukan saja," ujarnya.

Sebelumnya, dua pasien di RS Siloam Karawaci diketahui meninggal yang diduga setelah diberikan Buvanest Spinal. Ternyata, Buvanest Spinal yang diberikan dokter kepada pasien, berisi asam traneksamat yang merupakan golongan antifibrinolitik untuk mengurangi pendarahan, bukan bupivacaine.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved