Distarkim Depok: Tidak Wajib Libatkan Polisi dalam Terbitkan Andal

Izin analisis dampak lalu lintas (andal) untuk semua apartemen tidak melibatkan kepolisian dalam rekomendasi teknis.

Warta Kota/Budi SL Malau
Macet di Jalan Margonda, Depok. 

WARTA KOTA, DEPOK— Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok  mengakui bahwa izin analisis dampak lalu lintas (andal) untuk semua apartemen tidak melibatkan kepolisian.

Hal itu dikatakan Kepala Distarkim Depok, Kania Parwanti, kepada Warta Kota, Rabu (4/2/2015). "Memang belum melibatkan kepolisian. Tapi amdal lalinnya ada," katanya.

Walaupun tanpa melibatkan kepolisian dalam hal ini Satlantas, Distarkim meyakini amdal lalin yang diberikan sudah sesuai teknis dalam mengatasi dampak lalu lintas, walau hanya melibatkan Dinas Perhubungan Kota Depok dalam rekomendasi penerbitannya.

Menurut Kania tidak wajibnya pelibatan kepolisian dalam izin amdal lalin proyek apartemen di Depok, sudah sesuai dengan Perda Kota Depok No 13 Tahun 2013 tentang analisis dampak lingkungan.

"Dalam Perda itu andal lalin yang diterbitkan hanya mewajibkan rekomendasi teknis dari Dishub Depok, sementara kepolisian belum," kata Kania.

Ia mengatakan jika andal lalin nantinya akan melibatkan kepolisian sesuai dengan PP No 32/2011 soal amdal, maka harus ada dasar tertulis lagi yang dibuat.

Sebab, katanya pelibatan kepolisian tentunya akan menambah waktu proses perizinan andal lalin, karena birokrasi yang dilewati juga makin bertambah.

"Tentunya harus ada dasar tertulis dulu. Sebab bebannya ada di masyarakat dan proses perizinannya makin lama," ujar Kania.

Kasat Lantas Polresta Depok Komisaris Sri Suhartatik sebelumnya menyatakan pihaknya tidak pernah sama sekali dilibatkan dalam proses perizinan amdal lalin semua apartemen di Kota Depok.

Karenanya, Sri yang biasa disapa Tatik mengaku dampak kemacetan yang ditimbulkan akibat menjamurnya apartemen di Depok terutama di Jalan Margonda, tidak memiliki acuan atau formula sesuai andal yang diterbitkan. 

Penulis: z--
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved