Uang Palsu

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bongkar Peredaran Upal Rp 1,5 MilIar

"Ini terjadi pada Sabtu, (26/01) sekitar pukul 13.00 WIB

Editor:
Warta Kota/panji baskhara ramadhan
Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menggagalkan transaksi jual beli uang palsu di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara senilai 1,5 MilIar. Dua tersangka ARD dan AMS kini mendekam di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (02/03). 

WARTA KOTA, TANJUNGPRIOK - Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menggagalkan transaksi jual beli uang palsu di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara senilai 1,5 Milyar. Dua tersangka ARD dan AMS kini mendekam di Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

AKP Ananta Wijaya selaku Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) menjelaskan kedua tersangka yang diketahui warga di Jakarta Utara ini dibekuk lantaran ingin berniat mengedarkan uang tersebut.

"Ini terjadi pada Sabtu, (26/01) sekitar pukul 13.00 WIB. Penangkapan bermula dari adanya laporan masyarakat yang memberitahukan akan adanya transaksi uang palsu di wilayah Tanjung Priok," ucap Ananta di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (02/03).

Adanya laporan warga sekitar tersebut, pihak Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok langsung sigap melakukan observasi di wilayah Kelapa Gading hingga Pelabuhan Tanjung Priok.

Pihaknya saat itu mencurigai seorang pria berinisial ARD. Kemudian, anggota Reskrim mendekati dan melakukan penggeledahan di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

"Saat itu, kami mendapati ARD bersama AMS di Pelabuhan Tanjung Priok. Kami menggeledah kedua pelaku dan menemukan sejumlah uang palsu di tas selempang yang dikenakan ARD bermerk JIMI'S," katanya.

Kasus pengedaran dan transaksi jual beli uang palsu tersebut, dikatakan Anata masih dalam tahap pengembangan pihak Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Diketahui, para tersangka memesan atau mendapatkan uang palsu tersebut di Kawasan Bogor.

"Kami sebenarnya masih mendalami kasus ini," katanya singkat.

Sementara itu, menurut Ketua Tim Penanggulangan Uang Palsu Bank Indonesia (BI), Aswin Kosotali mengungkapkan uang palsu yang disita pihak Polres Pelabuhan Tanjung Priok yakni pecahan uang Rp 100 ribuyang terhitung sebanyak 1500 lembar.

Menurut Aswin, uang palsu dapat dikenali dengan mudah, dengan menggunakan teknik 3D (dilihat, diraba, dan diterawang). Ia pun mengatakan uang dengan uang palsu tingkat kemiripannya masih terlampau jauh.

"Hal pertama yang harus dilihat yakni dari warnanya. Uang palsu sangat berbeda dengan yang asli. Kalau yang palsu, tidak cerah. Selain itu bisa diterawang benang pengamannya. Apabila dilihat dari berbagai sisi (uang asli) akan berubah warna, tapi kalau yang ini (uang palsu) tidak," jelasnya.

Ia pun melanjutkan, "Apabila diraba, angka nominal dirasa tidak kasar. Untuk kode pada uang untuk tuna netra juga tidak kasar begitu juga simbol garuda tidak terasa kasar," lanjutnya.

Berdasarkan data dari BI, uang palsu dengan nomor serie EHE 377 XXX tersebut sudah tercatat di BI sejak Januari 2013.

"Selama ini dari laporan tersangka, uang palsu telah diedarkan di Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatra Barat, dan Riau," katanya.

Dalam kasus ini, kedua tersangka dikenakan pasal 245 KUHP atau pasal 36 ayat 3 UU RI No. 7 tahun 2011 tentang pengedaran uang palsu. Ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal senilai Rp. 50 miliar. (Panji Baskhara Ramadhan)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved