Sabtu, 11 April 2026

Penertiban PKL di Jalan Jakarta-Bogor Ricuh

Penertiban PKL oleh Satpol PP Kabupaten Bogor di sepanjang Jalan Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, Kamis, berlangsung ricuh.

Penulis: | Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, BOGOR - Penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Satpol PP Kabupaten Bogor di sepanjang Jalan Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (26/2/2015) berlangsung ricuh. Sejumlah pedagang menolak lapak dagangannya digusur petugas.

Puluhan petugas Satpol PP Kabupaten Bogor dikerahkan untuk membongkar lapak PKL yang dibangun dipinggir saluran Kalibaru.

Namun, baru beberapa lapak dibongkar, kericuhan pun terjadi. Salah seorang pemilik lapak yang telah dibongkar merasa pembongkaran dinilai tebang pilih.

Pria tersebut mengamuk dan membongkar lapak PKL lainnya. Baku hantam pun tak terhindarkan antara pemilik lapak. Beruntung petugas kepolisian langsung melerai mereka.

Keributan pun kembali terjadi saat pemilik lapak menolak lapaknya dibongkar. Bahkan, pemilik lapak tersebut sengaja melepas anjing peliharannya untuk menghadang petugas Satpol PP.

Keributanpun tidak terhindarkan lagi. Pemilik lapak akhirnya mengalah dan petugas Satpol PP berhasil membongkar lapak yang digunakan sebagai warung Lapo.

Keributan itu menyebabkan seorang anggota Satpol PP mengeluarkan darah dari hidungnya akibat terkena pukulan bambu.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasi (Dalops) Satpol PP Kabupaten Bogor, Asnan mengatakan, pembongkaran dilakukan karena lapak yang dibangun di pinggiran sungai Kalibaru melanggar Perda nomor 8 tahun 2006 tentang ketertiban umum.

"Mereka sudah kami beri peringatan untuk membongkar sendiri, tapi masih membandel, makanya kita bongkar," katanya, Kamis (26/2/2015).

Dia menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan kepada seluruh bangunan yang telah dibongkar agar para pemilik lapak tidak kembali mendirikan bangunan di sepanjang aliran sungai Kalibaru.

Salah seorang pemilik lapak, Yanto mengaku pasrah lapaknya dibongkar. Dia sudah berjualan sejak 4 tahun lalu. "Nanti saya mau jualan lagi di sini," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved