Transportasi
Indonesia Timur Jadi Incaran Citilink Buka Rute Baru
Citilink berencana melebarkan jangkauan penerbangan dengan membuka lima rute baru
Penulis: Vini Rizki Amelia |
WARTA KOTA, SLIPI - Berhasil meraup pendapatan sebesar 400 juta dolar Amerika di tahun 2014, tahun ini Citilink menargetkan peningkatakan pendapatan hingga akhir tahun 2015.
"Kami harapkan di 2015 ini pendapatan menjadi 600 juta dolar Amerika," ujar Albert Burhan, President & CEO Citilink kepada wartawan di Kantor Pusat Citilink, Menara Citicon, Jalan S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, Senin (23/2).
Pendapatan sebesar itu dikatakan Albert berasal dari penambahan frekuensi penerbangan, penambahan pesawat baru serta dibukanya rute-rute baru.
Kurang baiknya infrastruktur diakui Albert menjadi salah satu kendala pihaknya dalam mengantongi pendapatan terlebih saat membuka rute baru.
"Ada beberapa bandara yang buat kami sulit untuk mendapatkan spot, itu menjadi kendala pertama kami, selain itu melemahnya rupiah tahun ini dibanding tahun lalu juga membawa pengaruh cukup tinggi sebab 100 persen dari revenue kami, 70 persen diantaranya dari dolar," papar Albert.
Tahun ini, Citilink berencana melebarkan jangkauan penerbangan dengan membuka sebanyak lima rute baru, namun jumlah tersebut dikatakan Albert bisa lebih banyak jika situasi mendukung maskapai yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia ini.
"Dua atau tiga rute diantaranya kemungkinan akan kami buka di Indonesia bagian Timur seperti Makassar tetapi semua itu masih terus kami pelajari," ujar Albert.
Besarnya pasar menjadi landasan utama Citilink dalam menentukan dibukanya rute baru. Sekarang ini, Albert melihat Indonesia bagian Timur tengah menjadi incaran para pelancong.