Persija Jakarta

Ferry Dinilai Ulur Waktu Akuisisi

PROSES akuisisi saham klub Persija Jakarta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengalami hambatan

Ferry Dinilai Ulur Waktu Akuisisi
Kompas.com/Alsadad Rudi
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah 

WARTA KOTA, PALMERAH - PROSES akuisisi saham klub Persija Jakarta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui unit usaha PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Badan Usaha Milik Daerah, mengalami hambatan lantaran masih menggantung dengan BV Sport, pihak ketiga yang mensponsori klub Macan Kemayoran.

Pertemuan manajemen Persija dengan PT Jakpro pekan lalu membahas akuisisi saham yang diinginkan Pemprov DKI sebesar 95 persen (secara bertahap), belum mendapat respons. Manajemen Persija mengulur-ulur dengan alasan perlu mendiskusikan dengan BV Sport yang menjadi sponsor klub.

"Pertemuan terus dilakukan, dan kemarin kami sudah bahas pengalihan saham 20 persen yang nantinya menjadi 95 persen secara bertahap. Tapi, Pak Ferry (Presiden Persija Jakarta Ferry Paulus) yang mengulur-ulur minta waktu untuk membicarakan dengan sponsor," ujar Sekda DKI Jakarta Saefullah kepada Warta Kota, akhir pekan.

Saefullah mengatakan, penguasaan saham Persija Jakarta oleh pemprov DKI sudah tidak bisa ditawar. Mengingat, Macan Kemayoran dalam menghadapi kompetisi setiap musim selalu mengeluh kekurangan biaya.

"Jadi, biar enggak ngerengek-rengek lagi karena kekurangan uang, serahkan saja semuanya," katanya.

Saat ditanya berapa banyak besaran dana yang dikucurkan dalam proses akuisisi saham, mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini mengatakan semua tergantung kesepakatan pada pembahasan kedua belah pihak.

"Kami belum bisa bicara besaran angka, itu semua tergantung kesepakatan kedua belah pihak nanti apa," jelasnya.

Saefullah memaparkan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada Persija Jakarta untuk membicarakan niat Pemprov DKI Jakarta ini ke pihak sponsor. Namun, kelonggaran waktu ini bukan tanpa batas.

Ia memberikan waktu satu pekan (hingga awal Maret) kepada Persija Jakarta untuk bisa mengambil sikap. Meski demikian, menurut Saefullah, bukan berarti niat Pemprov DKI memiliki klub sepak bola profesional itu menjadi redup.

Namun, ia sudah mempunyai rencana kedua (plan B) yakni membeli klub peserta Indonesia Super League (ISL) lain. Bahkan, pemprov sudah melirik klub-klub yang berpotensi berganti kepemilikan.

"Bisa saja nanti kita beli tim Samarinda, atau Arema. Jadi, nantinya Putra Samarinda DKI, atau Arema DKI, dan kami sudah buka komunikasi ke arah sana," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta 'ngotot' ingin memborong saham PT Persija Jakarta, badan hukum pengelola klub Persija Jakarta. Rencananya, besaran saham yang diakuisisi sebanyak 20 persen untuk tahap awal, yang akan berkembang menjadi 95 persen. (nir)

Penulis: Syahrul Munir
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved