Jakarta Banjir

Semua Sungai Bermuara ke Jakarta Utara, Belum Dilengkapi Tanggul

13 sungai di Jakarta yang bermuara di Jakarta Utara, sebagian belum dilengkapi tanggul yang memadai sehingga memperparah banjir

Semua Sungai Bermuara ke Jakarta Utara, Belum Dilengkapi Tanggul
Panji Baskhara Ramadhan
Banjir yang melanda di Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, kini mulai surut, Rabu (11/02). Para pengendara motor dan mobil pun mulai berani melintas. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi, mengaku hujan deras yang beberapa waktu lalu melanda Kawasan DKI Jakarta, Jakarta Utara menjadi wilayah yang terparah terkena banjir. Ia pun memaparkan beberapa point penyebab banjir tersebut.

"Semua sungai di Jakarta (13 sungai) bermuara di Jakarta Utara, dan sebagian besar sungai di Jakarta belum dilengkapi dengan tanggul yang memadai. Tanggul yang kita ketahui untuk mencegah air sungai meluap dan masuk ke pemukiman penduduk hanya Kanal Banjir Timur (KBT), Kanal Banjir Barat (KBB) dan Cengkareng Drain saja. Selain itu, sungai di Jakarta yang mempunyai tanggul relatif baik." ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2015).

Ia juga mengakui, lebar dan kedalaman sungai pun sudah tidak ideal lagi. Sehingga tidak mencukupi untuk menampung debet air lebih banyak.

"Baik air kiriman dari hulu maupun air hujan lokal. Ditambah lagi semua sungai di Jakarta mengalami pendangkalan dan penuh sampah," ujarnya.

Penyebab kedua, adanya banjir, lantaran terjadinya penurunan permukaan tanah. Hal itu itu dikarenakan penggunaan air tanah yang tidak terkendali.

"Sehingga mengakibatkan permukaan air laut lebih tinggi dari pada darat yang pada akhirnya mengakibatkan sering terjadi Rob. Apalagi sepanjang garis pantai Jakarta tidak mempunyai tanggul yang memadai sebagai penahan air laut pasang naik. Tak hanya itu juga, sungai yang bermuara di Jakarta Utara langsung konekting ke laut tanpa pintu air," jelasnya.

Ketiga, Drainase di Jakarta Utara kondisinya sangat buruk, tidak terurus, dan dari waktu ke waktu terdesak oleh kegiatan pembangun fisik. Selain itu juga saluran penuh endapan lumpur sampah dan banyak bangunan di atasnya.

Keempat, daerah resapan air pun semakin berkurang. Sementara waduk dan danau dengan jumlah yang sangat terbatas, antarai lain Waduk Pluit, Danau Sunter, Danau Cincin, Waduk Kodamar, dan Waduk Rawa Badak Utara.

"Sementara Waduk Marunda dan Waduk rorotan msh dalam proses pembuatan). Rata2 waduk dan danau kondisinya sama dengan sungai dan saluran dangkal penuh sampah," katanya.

Terakahir, yakni pompa yang ada rata-rata usianya sudah tua dengan kapitas sangat rendah antara 1 meter kubik per detik hingga 6 meter kubik per detik. Hal ini sehingga sangat lamban untuk memompa atau membuang air ke laut.

Halaman
12
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved