Jakarta Banjir
Rekomendasi Wali Kota Jakut Tangani Banjir
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar kawasan Jakut tak banjir lagi, antara lain dengan bangun tanggul dan pengerukan lumpur
WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi, mengaku hujan deras yang beberapa waktu lalu membuat Jakarta Utara menjadi wilayah yang terparah terkena banjir. Untuk menanggulangi atau paling tidak mengurangi banjir di Jakarta Utara harus dilakukan beberapa hal.
"Pertama, benahi semua sungai yang ada di Jakarta dengan melakukan pembangunan tanggul, pemasangan side pile di sisi sungai, melebarkan dan melakukan pengerukan lumpurnya. Tak hanya itu, buat jalan inspeksi sungai di kedua sisi dengan membongkar bangunan yang berada di pinggirannya," jelasnya, Selasa (17/2/2015).
Kedua, kata Rustam, perbanyak tempat penampungan air antara lain waduk, danau, embung, long storage dan sejenisnya. Hal itu berguna sebagai mangkok penyimpan air sebelum dipompa ke laut.
"Ketiga, Benahi drainase mulai dari lingkungan perkampungan atau pemukiman. Baik itu di selokan depan rumah warga, saluran Penghubung (PHB), kali atau sungai kecil dan drainase pun harus diperlebar. Hal itu agar bebas dari endapan sampah dan harus bersih dari bangunan-bangunan di atasnya," papanya.
Keempat, perbanyak pompa mulai dari pompa saluran PHB ke kali atau sungai, pompa sungai ke waduk, dan pompa waduk ke laut, dengan kapasitas yang memadai. Disertai juga dengan pasokan tenaga listrik tersendiri yang bebas dari genangan dan aman dari gangguan manusia.
"Pastikan genset di setiap pompa yang ada sebagai cadangan tenaga listrik juga yang kapasitas energi listriknya mencukupi," ujarnya.
Kelima, memperbaiki dan menambah pintu-pintu air di lokasi-lokasi yang memungkinkan dipasang pintu air. Keenam, membuat tanggu tanggul pantai yang kuat untuk menahan rob dan ketujuh, memperbaiki lingkungan pemukiman padat dan kumuh dengan merelokasi penghuninya ke rumah susun.
"Kedelapan mengurangi penggunaan air tanah jika memungkinkan tekan sampai dengan titik nol, dan diawali dengan penyediaan jaringan air minum PAM. Terkahir, perlu ada perubahan perilaku dan manajemen penanganan sampah. Sehinga dapat mengurangi sampah dari sumbernya dan menerapkan terapkan 3R. Tak hanya itu sanksi tegas kepada pelaku pembuang sampah perlu diterapkan secara konsisten dan konsekuen," tutupnya. (Panji Baskhara Ramadhan)