Jakarta Banjir

Kerap Tergenang, Jalan Angkasa Banyak Berlubang

Para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor pun terlihat harus berjalan meliuk-liuk saat melintasi titik jalan berlubang.

Kerap Tergenang, Jalan Angkasa Banyak Berlubang
Warta Kota/Dwi Rizki
Suasana Jalan Angkasa yang banyak berlubang, Selasa (17/2). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Terus tergenang dan terkikis roda kendaraan, beberapa titik Jalan Angkasa Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat kini banyak berlubang. Tidak hanya kian membahayakan keselamatan pengguna jalan, kemacetan pun semakin parah akibat melambatnya laju kendaraan.

Buruknya kondisi jalan tersebut seperti halnya saat Warta Kota melintasi Jalan Angkasa sekitar sepanjang dua kilometer, mulai dari underpass Jalan Benyamin Sueb hingga perempatan arah Danau Sunter pada Selasa (17/2). Kondisi lubang menganga dengan radius berkisar 40 cm hingga 60 cm serta kedalaman mulai dari 10 cm hingga 30 cm terlihat menjamur pada sisi maupun tengah jalan.

Para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor pun terlihat harus berjalan meliuk-liuk saat melintasi titik jalan berlubang. Sementara, pengendara mobil pun harus ekstra waspada, karena tidak hanya harus menghindari lubang, tetapi juga gerak reflek pengendara sepeda motor yang berjalan berdampingan.

Buruknya infrastruktur pun tidak hanya karena lubang maupun genangan, tetapi kondisi jalan yang beda tinggi akibat banyaknya tumpahan semen pada beberapa titik jalan sangat membahayakan pengguna jalan. Bahkan menurut informasi dari warga sekitar, akibat buruknya kondisi jalan banyak pengendara sepeda motor yang kerap mengalami kecelakaan.

"Nggak lama, kayaknya lusa kemarin (Minggu, 15/2) ada satu orang naik motor yang jatuh. Emang bahaya banget, soalnya lobangnya dalem banget, udah gitu kegenang terus nggak keliatan karena lampu jalan mati," ungkap Masruri (34) pedagang kopi keliling di sekitar lokasi.

Kecelakaan pun dikatakannya, makin banyak saat hujan, karena kondisi lubang tidak terlihat akibat tergenang rata dengan jalan. "Untungnya nggak ada yang parah sampe meninggal, tapi bahaya banget kalo motor lewat lagi kenceng, pas kena lobang, mentalnya (terlempar-red) sampe ke pinggir jalan," jelasnya menunjuk sisi jalan yang berjarak sekitar sepuluh meter dari titik lubang.

Sementara itu, Waluyo (52) warga Sunter, Jakarta Utara pun mengamati kalau perbaikan jalan yang dilakukan oleh Sudin Pekerjaan Umum (PU) Jakarta Pusat hanya dilakukan penambalan. Namun, tidak bertahan lama, lubang jalan yang terlihat sebelumnya kembali menganga dan semakin melebar.

"Benerinnya nggak jelas, cuma ditambel doang pake hotmik aja, jadi pas kena ujan ya bolong lagi. Nah kalo musim kering paling lama bertahan sebulan, tapi kalau kayak sekarang, hujan terus, paling seminggu jebol lagi," jelasnya saat ditemui Warta Kota di lokasi pemancingan gedung kosong Kemayoran, persis di samping Bursa Mobil Kemayoran, Selasa (17/2). (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved